Cerita Bupati Soppeng Diusir dari Rumah Jabatan

Ket.foto : Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak

DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak mengaku pernah diusir dan ditutupkan pintu saat berada di Rumah Jabatan (Rujab).

Namun pengalaman kurang menyenangkan tersebut terjadi jauh sebelum dirinya menjadi Bupati Soppeng.

Pengalaman itu ia ceritakan saat acara peresmian museum Datu Pattojo, Rabu (24/7/2024).

Menurut Kaswadi, saat itu ia tengah memperjuangkan penambahan fasilitas sarana dan prasarana sekolah DDI Pattojo.

Sayangnya, pihak pemerintah daerah kurang merespon baik, bukannya merangkul sebagai kawan, pihak pemerintah saat itu justru seolah menempatkan diri sebagai lawan.

Kejadian itupun masih terekam jelas dalam memori Kaswadi dan menjadi salah satu perjuangan yang cukup berat baginya.

“Saya bersama dengan Guru’ta Kiai Arsad Lan’nu pernah berjuang sama-sama menambah sarana prasarana DDI Pattojo.”

“Itu berat sekali perjuangannya dulu sampai bisa ada. kita berhadapan dengan pemerintah saat itu, datang ke rumah jabatan sepertinya diusir ditutupkan pintu,” ujar Kaswadi.

Atas perjuangan yang telah dilakukannya saat itu, Kaswadi mengaku sangat sedih melihat kondisi sekolah DDI Pattojo saat ini.

Semua hal yang pernah diperjuangkannya seakan-akan telah hilang seiring dengan kian meredupnya pamor sekolah DDI Pattojo.

“Walaupun jasa saya tidak besar tapi adalah sedikit untuk berjuang membesarkan DDI Pattojo. Tapi itu semua hilang semua. Makanya DDI Pattojo mulai redup,” pungkas Kaswadi. (id)

Komentar