Ist
DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Soppeng, Andi Faisal menilai, animo masyarakat Soppeng terhadap pembuatan Identitas Kependudukan Digital (IKD) atau KTP Digital masih rendah.
“Respon orang memang masih rendah padahal aplikasi IKD sangat membantu ketersedian informasi yang dimiliki masing-masing orang, informasi dokumen kependudukan lengkap di aplikasi,” tulis Andi Faisal melalui pesan WhatsApp, Selasa (13/8/2024).
Data Disdukcapil Soppeng, hingga 12 Agustus 2024, dari target 47.064 orang, baru 25.921 orang yang memiliki IKD, yang artinya masih tersisa 21.143 orang yang belum melakukan aktivasi.
Untuk mencapai target yang telah ditetapkan, Disdukcapil Soppeng terus melakukan upaya untuk mempercepat perekaman IKD antara lain jemput bola dengan datang langsung ke masing-masing desa/kelurahan.
“Sementara pelayanan keliling juga ini di desa, Insya Allah semoga bisa dicapai,” pungkas Andi Faisal.
Sekedar diketahui, IKD sendiri akan menggantikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik alias e-KTP yang saat ini masih digunakan oleh penduduk Indonesia. Dengan penerapan IKD maka penggunaan e-KTP akan secara perlahan ditinggalkan oleh masyarakat.
IKD merupakan aplikasi berisikan informasi penduduk yang disimpan dalam bentuk digital di perangkat smartphone atau gadget dan memiliki fitur untuk pelayanan Administrasi Kependudukan dan Pencatatan Sipil.
Nantinya masyarakat tidak lagi harus memegang KTP dalam bentuk fisik karena seluruh informasi sudah bisa diakses dalam satu aplikasi di perangkat. (id)







Komentar