ist
DBS NEWS, SOPPENG – Masyarakat Kabupaten Soppeng mulai bersiap menghadapi pesta demokrasi Pemilihan Kepala Daerah atau Pilkada 2024.
Terkhusus untuk Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati, masyarakat Kabupaten Soppeng dipastikan bakal kehadiran sosok pemimpin baru menggantikan Andi Kaswadi Razak dan Lutfi Halide.
Namun siapapun Bupati dan Wakil Bupati Soppeng terpilih nantinya, terdapat sedikitnya dua hal yang tidak boleh dipertahankan, dilanjutkan apalagi diabaikan.
Dua hal ini merupakan masalah sosial yang belum bisa terselesaikan dari sejak era Andi Soetomo hingga Andi Kaswadi Razak. Lantas apa saja masalah sosial tersebut, yuk simak ulasannya!
Kemiskinan
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah penduduk miskin di Kabupaten Soppeng telah mencapai 17,21 ribu jiwa pada tahun 2023.
Angka itu sama dengan jumlah penduduk miskin di tahun 2022 yang sebanyak 17,21 ribu jiwa, lalu sebanyak 17,27 ribu jiwa di tahun 2021 dan 17,23 ribu jiwa di tahun 2020.
Sebagai perbandingan, di tahun terakhir era Soetomo menjabat Bupati Soppeng atau di tahun 2015, jumlah penduduk miskin bahkan mencapai angka 18,9 ribu orang.
BPS sendiri menetapkan masyarakat yang tergolong miskin berdasarkan indikator garis kemiskinan. Garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.
BPS mencatat, garis kemiskinan di Kabupaten Soppeng berada di angka Rp398.802 pada tahun 2023. Nilai garis kemiskinan tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, yaitu Rp365.650 di tahun 2022 dan Rp341.484 di tahun 2021.
Angka Kemiskinan Kabupaten Soppeng menduduki peringkat 19 dari 24 Kabupaten/Kota di Sulawesi Selatan (Sulsel). Peringkat Kabupaten Soppeng ini sama dengan tahun sebelumnya.
Pengangguran
Angka pengangguran Kabupaten Soppeng saat ini menduduki peringkat 13 tertinggi di Provinsi Sulawesi Selatan. Hal ini merujuk pada data terbaru yang dipublish oleh Badan Pusat Statistik Provinsi Sulsel pada 31 Mei 2024.
Dalam publikasi tersebut, diketahui bahwa Kabupaten Soppeng total memiliki 4.936 orang berstatus pengangguran pada tahun 2023.
Pengangguran di Soppeng mayoritas adalah laki-laki yaitu sebanyak 3.758 orang dan perempuan sebanyak 1.178 orang.
Jumlah pengangguran Kabupaten Soppeng saat ini mengalami peningkatan dibandingkan tiga tahun sebelumnya. Tahun 2022, jumlah pengangguran di Kabupaten Soppeng masih diangka 3.906 orang, sedangkan di tahun 2021 sebanyak 4.269 orang dan 2020 sebanyak 4.630 orang.
Menariknya, pengangguran Kabupaten Soppeng saat ini didominasi oleh mereka yang memiliki latar belakang pendidikan tamatan Perguruan Tinggi, yaitu sebanyak 2.181 orang. Kemudian sebanyak 2.104 orang adalah tamantan SMA, 551 orang tamatan SMP dan 100 orang tamatan Sekolah Dasar. (id)







Komentar