Jadi Mimpi Kabupaten Soppeng di 2045, Apa Sih Agropolitan itu?

Potret wilayah Kabupaten Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Kabupaten Soppeng menargetkan menjadi daerah agropolitan di tahun 2045. Pemerintah daerah pun saat ini telah membentuk visi-misi untuk mencapai rencana besar tersebut.

Visi-misi itu telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Soppeng tahun 2025-2045.

Lantas apa sebenarnya agropolitan itu?

Agropolitan sendiri merupakan konsep pembangunan yang mengintegrasikan kegiatan pertanian, industri, dan layanan di dalam keterkaitan jaringan wilayah kota dan pedesaan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Visi ini mempertimbangkan potensi, tantangan yang dihadapi dan karakteristik daerah Kabupaten Soppeng serta memperhatikan keselarasan visi Provinsi Sulawesi Selatan dan visi Nasional, diharapkan dapat mewujudkan Kabupaten Soppeng sebagai Daerah Agropolitan,” ujar Kepala Bappelitbangda Kabupaten Soppeng, Andi Agus Nongki, Jumat (20/9/2024).

Menurut Bappelitbangda Soppeng, terdapat lima potensi besar dalam pengembangan agropolitan di wilayah Kabupaten Soppeng.

Potensi pertama yaitu pertanian yang kaya, wilayah Soppeng memiliki lahan pertanian yang subur terutama dalam produksi padi, jagung dan komoditas hortikultura. Bahkan luas arahan kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan (KP2B) mencapai 22.403 hektare.

Potensi kedua yaitu pengolahan hasil pertanian, yaitu dengan mengembangkan industri pengolahan hasil pertanian dan meningkatkan nilai tambah produk lokal, seperti pengolahan tepung beras, beras organik dan olahan sayuran.

Potensi ketiga yaitu pengembangan infrastruktur seperti peningkatan jalan dan irigasi. Potensi keempat yaitu pemberdayaan masyarakat dengan melibatkan petani dalam pengambilan keputusan. Potensi kelima yaitu pemasaran produk dengan membuka akses pasar yang luas, melalui platform digital serta kerjasama dengan lembaga pemasaran.

“Adapun untuk tantangannya sendiri yaitu keterbatasan modal, perubahan iklim dan persaingan pasar,” ujar Andi Agus Nongki.

Kesuksesan dalam mencapai rencana besar ini sendiri bakal tergambarkan dalam kondisi wilayah Kabupaten Soppeng dalam 20 tahun kedepan yang dicirikan oleh perwujudan kota-kota kecamatan yang memiliki produktivitas tinggi dari aktivitas agroindustri yang didukung oleh produksi pertanian berbasis teknologi presisi dan kecukupan sarana-prasarana dari kawasan perdesaan di sekitarnya.

Kota-kota kecamatan tersebut bakal terintegrasi dengan ibu kota kabupaten yang berkembang sebagai kota jasa dan pariwisata yang memiliki produktivitas tinggi dengan dukungan teknologi digital.

“Dengan pengembangan yang tepat diantaranya diversifikasi komoditas, penerapan teknologi pertanian dan sistem kemitraan yang baik, Soppeng bisa menjadi model agropolitan yang berhasil dan berkelanjutan. Ini bukan hanya akan meningkatkan ekonomi lokal, tetapi juga memperbaiki kualitas hidup masyarakat,” ungkap Andi Agus Nongki.

(Idham)

Komentar