Diyakini Jadi Solusi Banjir Soppeng, Pembangunan Bendungan Walimpong dan Ara Masih Terkendala

Kepala Dinas PUPR Soppeng, Andi Haeruddin (Kiri) bersama Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin menyakini pembangunan Bendungan Walimpong dan Bendungan Ara bisa jadi solusi mengendalikan banjir di Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, keberadaan Bendungan Walimpong di Desa Barae, nantinya bisa menahan air hujan kiriman yang berasal dari Kabupaten Bone dan Sinjai yang selalu menyebabkan banjir di Kecamatan Lilirilau dan Kabupaten Wajo tiap tahunnya.

Sedangkan keberadaan Bendungan Ara di Desa Mattabulu, nantinya bisa menahan kiriman air hujan yang berasal dari Kabupaten Barru dan Bulu Dua Soppeng yang selalu menyebabkan banjir di wilayah Ompo dan sekitarnya.

“Keberadaan dua bendungan ini bisa menampung jutaan kubik air hujan, yang selanjutnya bisa disalurkan ke sungai-sungai kecil atau bisa juga untuk keperluan air baku dan irigasi,” kata Andi Haeruddin, Minggu (22/12/2024).

Sayangnya, pembanguan dua bendungan ini belum bisa terealisasi sampai saat ini, padahal pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan-Jeneberang sudah membuat Detail Engineering Design (DED) untuk kedua bendungan sejak tahun 2017.

Pembangunan bendungan Walimpong masih terkendala belum adanya kesepakatan dengan warga desa yang ada di lokasi. Pasalnya, pembangunan bendungan dipastikan akan mengakibatkan relokasi pemukiman warga. Sementara untuk Bendungan Ara masih terkendala dari pihak balai yang belum menjadikan pembanguan bendungan sebagai prioritas.

“Untuk Bendungan Walimpong, saat itu sudah ada presentasi mengenai DED oleh pihak Balai Besar, namun harus ditunda karena belum ada persetujuan oleh warga desa. Sempat ada usulan warga jika titiknya bisa dipindahkan lebih ke atas, namun pihak peneliti masih memilih titik semula.”

“Sementara untuk bendungan Ara masih menunggu respon dari balai, kita berharap agar pihak balai bisa menjadikan pembangunan bendungan Ara juga sebagai prioritas, terlebih Pemerintah Daerah siap membebaskan lahan jika diperlukan,” ungkap Andi Haeruddin.

Selain pembangunan bendungan, langkah lain yang bisa ditempuh untuk mengurangi dampak banjir di Kabupaten Soppeng adalah dengan melakukan konsep perbaikan hulu sungai walanae.

Namun menurut Andi Haeruddin, program ini harus melibatkan partisipasi dari tiga Kabupaten sekaligus yaitu Soppeng, Bone dan Sinjai. Ketiga daerah tersebut harus secara serentak melakukan perbaikan sempadan sungai dengan menanam pohon pelindung.

“Tujuannya agar sempadan sungai walanae tidak tergerus masuk, karena kan sempadan sungai walanae itu labil karena tidak ada batunya, makanya tiap tahun sungai walanae itu melebar,” ujarnya.

(Idham)

Komentar