Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Soppeng mencatat, sebanyak enam produk pangan di Kabupaten Soppeng mengalami defisit selama tahun 2024.
Defisit pangan merupakan kondisi di mana ketersediaan pangan tidak mencukupi kebutuhan masyarakat, khususnya dari segi jumlah. Enam produk pangan yang mengalami defisit ini yaitu kedelai, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau dan sayur-sayuran.
Kedelai misalnya, kebutuhan masyarakat Soppeng bisa mencapai 1.230,96 ton selama setahun, namun yang tersedia hanya 123,00 ton, artinya ada defisit mencapai -1.107,96 ton.
Hal yang sama juga terjadi pada produk sayur-sayuran. Dengan kebutuhan yang mencapai 10.933,79 ton setahun, ketersediaan produk hanya 2.063,00 ton. Artinya ada defisit mencapai -8.870,79 ton.
Kemudian produk ubi kayu, dengan kebutuhan 1.351,64 ton setahun, ketersediaan produknya hanya 23,35 ton, defisitnya mencapai -1.328,29 ton. Lalu ubi jalar, dengan kebutuhan 796,50 ton setahun, ketersediaan produk hanya 25,70 ton, angka defisitnya -770,80 ton.
Selanjutnya kacang tanah, dengan kebutuhan 168,95 ton setahun, ketersediaan produk hanya 47,90 ton, angka defisitnya -121,05 ton. Lalu kacang hijau, dengan kebutuhan 48,27 ton setahun, ketersediaan produk hanya 34,15 ton, angka defisitnya -14,12 ton.

Sementara itu, PLT Kepala Dinas TPHPKP Soppeng, Alia Warjuni, menyebut defisitnya sejumlah produk pangan ini terjadi imbas peristiwa El Nino sehingga menyebabkan pergeseran tanam dan pengeseran komoditi.
“Makanya ada beberapa produksi komoditi kita yang berkurang seperti yang kita sebutkan di atas karena petani lebih mengutamakan menanam komoditi utama seperti jagung dan padi,” tulis Alia melalui pesan WhatsApp, Senin (7/4/2025).
Penulis : Idham







Komentar