Anggota DPRD Kabupaten Soppeng dari Fraksi Partai Golkar, Kusman saat Rapat Paripurna
DBS NEWS, SOPPENG – Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Soppeng menyoroti kualitas pertumbuhan ekonomi yang dicapai Kabupaten Soppeng sepanjang tahun 2025 lantaran gagal menekan angka pengangguran.
Pandangan tersebut disampaikan melalui juru bicara Fraksi Golkar, Kusman, dalam Rapat Paripurna DPRD Terkait Penyampaian Pendapat Akhir Fraksi Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025, Senin (6/7/2026).
“Ekonomi makro Kabupaten Soppeng harus dibaca secara utuh. Di tengah pertumbuhan tersebut, jumlah pengangguran justru meningkat dari 3.996 orang pada tahun 2024 menjadi 4.680 orang pada tahun 2025.”
“Kondisi ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya mampu menciptakan kesempatan kerja baru dan peningkatan produktivitas masyarakat,” ucap Kusman.
Menghadapi kondisi tersebut, Fraksi Golkar mendesak Pemkab Soppeng untuk segera melakukan reorientasi kebijakan ekonomi.
Pemerintah daerah diminta tidak hanya mengejar angka pertumbuhan, tetapi juga fokus pada sektor yang memiliki daya serap tenaga kerja tinggi.
“Pemerintah daerah perlu mendorong investasi yang lebih produktif, memperkuat hilirisasi sektor pertanian, serta memperluas akses pembayaran bagi UMKM sebagai sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja,” ujar Kusman.
Penulis: Idham







Komentar