Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Sektor industri mikro dan kecil memegang peranan krusial dalam struktur ekonomi Kabupaten Soppeng, khususnya dalam menyerap tenaga kerja dan mendongkrak nilai investasi daerah.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yang dirilis pada 27 Februari 2026, saat ini terdapat 3.547 unit usaha mikro dan kecil yang beroperasi di Kabupaten Soppeng.
Keberadaan ribuan unit usaha ini terbukti mampu menyerap sebanyak 6.050 tenaga kerja. Tak sampai di situ, total investasi yang tertanam mencapai Rp276.869.048.000.
Jika dibandingkan dengan 23 daerah lainnya di Provinsi Sulsel, posisi Kabupaten Soppeng berada di papan tengah-bawah.
Dalam hal nilai investasi, Soppeng menempati peringkat ke-19. Sedangkan, untuk aspek penyerapan tenaga kerja, Soppeng peringkat ke-17.
Kabupaten Gowa menduduki posisi puncak untuk semua kategori tersebut. Baik dalam segi jumlah unit usaha, investasi hingga penyerapan tenaga kerja.
Memiliki 19.812 unit usaha, total investasi yang tertanam pada industri mikro dan kecil di Kabupaten Gowa mencapai Rp2.378.251.277.000, sementara untuk penyerapan tenaga kerja 41.948 orang.
Berikut adalah peringkat 24 kabupaten/kota di Provinsi Sulsel berdasarkan data jumlah unit usaha , investasi dan penyerapan tenaga kerja industri mikro dan kecil.
Peringkat Berdasarkan Jumlah Industri Mikro dan Kecil
1. Gowa : 19.812 unit
2. Kota Makassar : 11.765 unit
3. Bone : 7.610 unit
4. Bantaeng : 6.738 unit
5. Toraja Utara : 5.759 unit
6. Takalar : 5.358 unit
7. Luwu : 5.288 unit
8. Maros : 5.042 unit
9. Sidenreng Rappang : 4.519 unit
10. Luwu Timur : 4.496 unit
11. Enrekang : 4.288 unit
12. Jeneponto : 4.282 unit
13. Wajo : 4.167 unit
14. Pangkajene Dan Kepulauan : 4.087 unit
15. Bulukumba : 3.924 unit
16. Pinrang : 3.775 unit
17. Tana Toraja : 3.587 unit
18. Soppeng : 3.547 unit
19. Luwu Utara : 3.211 unit
20. Sinjai : 3.200 unit
21. Kepulauan Selayar : 2.961 unit
22. Barru : 2.654 unit
23. Kota Parepare : 2.637 unit
24. Kota Palopo : 1.219 unit
Peringkat Berdasarkan Nilai Investasi
1. Gowa : Rp2.378.251.277.000
2. Kota Makassar : Rp2.052.051.084.000
3. Sidenreng Rappang : Rp1.155.203.437.000
4. Luwu Timur : Rp801.888.278.000
5. Takalar : Rp776.972.186.000
6. Maros : Rp776.380.911.000
7. Toraja Utara : Rp705.414.129.000
8. Pinrang : Rp675.642.001.000
9. Luwu : Rp626.642.518.000
10. Bone : Rp611.799.523.000
11. Bulukumba : Rp545.273.919.000
12. Bantaeng : Rp423.295.822.000
13. Enrekang : Rp410.356.424.000
14. Luwu Utara : Rp386.637.154.000
15. Sinjai : Rp363.236.727.000
16. Barru : Rp357.170.510.000
17. Jeneponto : Rp345.839.108.000
18. Wajo : Rp277.273.996.000
19. Soppeng : Rp276.869.048.000
20. Pangkajene Dan Kepulauan : Rp272.456.428.000
21. Kota Parepare : Rp227.875.416.000
22. Tana Toraja : Rp218.400.674.000
23. Kepulauan Selayar : Rp101.833.704.000
24. Kota Palopo : Rp97.851.529.000
Peringkat Berdasarkan Penyerapan Tenaga Kerja
1. Gowa : 41.948 orang
2. Kota Makassar : 23.925 orang
3. Bantaeng : 12.068 orang
4. Luwu : 11.869 orang
5. Bone : 11.809 orang
6. Takalar : 11.180 orang
7. Enrekang : 10.079 orang
8. Maros : 10.026 orang
9. Toraja Utara : 9.768 orang
10. Luwu Timur : 9.522 orang
11. Bulukumba : 8.795 orang
12. Jeneponto : 8.624 orang
13. Sidenreng Rappang : 8.025 orang
14. Pinrang : 7.928 orang
15. Pangkajene Dan Kepulauan : 6.993 orang
16. Luwu Utara : 6.955 orang
17. Soppeng : 6.050 orang
18. Tana Toraja : 5.988 orang
19. Barru : 5.047 orang
20. Sinjai : 4.951 orang
21. Wajo : 4.951 orang
22. Kota Parepare : 4.747 orang
23. Kepulauan Selayar : 3.800 orang
24. Kota Palopo : 2.563 orang
Penulis: Idham







Komentar