Hikmah Musim Kemarau, Hama Danau Tempe Diprediksi Berkurang

Ilustrasi (Ist)

DBS NEWS, SOPPENG – Ada hikmah tersendiri di balik musim kemarau yang mengakibatkan kekeringan di sejumlah titik di Danau Tempe, Kabupaten Soppeng.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Soppeng, Hisbullah, memprediksi populasi hama ikan sapu-sapu di danau tersebut akan berkurang.

Penurunan populasi ini terjadi karena ikan sapu-sapu tidak dapat bertahan di perairan yang mengalami kekeringan ekstrem.

“Ikan sapu-sapu itu justru berkembang kalau dia di perairan yang agak tinggi kondisi airnya, 50 sampai 60 sentimeter itu bagus sekali pertumbuhannya, makanya justru mati kalau kemarau,” ujar Hisbullah, Selasa (22/9/2026).

Ia mensimulasikan, jika pembasmian dilakukan di kawasan tertutup seluas 10 hektare yang terus mengering, hama tersebut bahkan dapat habis dalam waktu sebulan.

Kendati demikian, ia mengakui kondisi Danau Tempe yang merupakan ekosistem terbuka membuat pihaknya tidak bisa serta-merta berasumsi sama.

“Cuma masalahnya ini danau tempe ekosistem terbuka, kita tidak bisa juga berasumsi. Namun dengan kondisi saat ini, benih ikan sapu-sapu harusnya mati,” ujar Hisbullah.

Ikan sapu-sapu kerap dikategorikan sebagai spesies invasif karena memangsa telur ikan lain di habitat yang sama. Dampaknya cukup signifikan terhadap keanekaragaman hayati.

Sekedar diketahui, data DPKHP Soppeng, dari total 3.000 hektare luas Danau Tempe yang masuk dalam wilayah Kabupaten Soppeng, sebanyak 900 hektare saat ini mengalami kekeringan.

“Ini merupakan kekeringan terparah yang pernah melanda Danau Tempe,” tandas Hisbullah.

Penulis: Idham

Komentar