Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Masalah penumpukan guru di sejumlah sekolah di Kabupaten Soppeng sepertinya belum akan terselesaikan dalam waktu dekat.
Bagaimana tidak, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Soppeng sendiri baru berencana melakukan langkah sinkronisasi data.
Kepala Disdikbud Soppeng, Andi Sumangerukka, menyebut proses sinkronisasi ini akan melibatkan berbagai pemangku kepentingan guna memastikan data guru di tingkat daerah sejalan dengan kriteria pusat.
“Insha Allah, kami bersama para pemangku kepentingan akan menyinkronkan data berdasarkan syarat dan kriteria pemerataan yang berlaku,” ujarnya, Senin (6/4/2026).
Dalam proses sinkronisasi nanti, Disdikbud akan merujuk pada kebijakan dan kajian terkini, di antaranya analisis rasio guru-siswa, pemanfaatan Indeks Pemerataan Guru (IPG), hingga pertimbangan wilayah domisili pengajar.
“Intinya, kebutuhan berbasis data, kualifikasi cocok, tempat domisili dan koordinasi pusat-daerah untuk sinkronisasi data,” ujar Andi Sumangerukka.
Diberitakan sebelumnya, Kabupaten Soppeng tengah menghadapi persoalan serius terkait manajemen tenaga pendidik setelah ditemukan adanya penumpukan guru di sejumlah sekolah.
Data Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, daerah ini tercatat mengalami surplus sekitar 130 guru. Namun, di sisi lain, masih terdapat wilayah yang kekurangan tenaga pengajar.
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyebut ketimpangan distribusi guru saat ini harus segera ditangani secara serius melalui langkah-langkah strategis dan berkelanjutan.
“Penumpukan guru di satu sekolah, sementara di sekolah lain kekurangan, tidak boleh terus terjadi. Ini harus segera dibenahi melalui pemetaan yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Selain berdampak pada kualitas pengajaran, penumpukan guru di sekolah tertentu juga memberikan dampak negatif langsung bagi para pendidik.
Kondisi kelebihan personel di satu satuan pendidikan mengakibatkan banyak guru tidak mampu memenuhi beban jam mengajar minimal.
“Hal ini berimplikasi pada sertifikasi serta kesejahteraan guru,” tandas Suwardi.
Penulis: Idham







Komentar