Bupati Soppeng, Suwardi Haseng dalam bingkai ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Kabupaten Soppeng tengah menghadapi persoalan serius terkait manajemen tenaga pendidik setelah ditemukan adanya penumpukan guru di sejumlah sekolah.
Data Dewan Pendidikan Kabupaten Soppeng, daerah ini tercatat mengalami surplus sekira 130 guru. Namun, di sisi lain, masih terdapat sejumlah wilayah yang kekurangan tenaga pengajar.
Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyebut ketimpangan distribusi guru saat ini harus segera ditangani secara serius melalui langkah-langkah strategis dan berkelanjutan.
“Penumpukan guru di satu sekolah, sementara di sekolah lain kekurangan, tidak boleh terus terjadi. Ini harus segera dibenahi melalui pemetaan yang jelas dan berkelanjutan,” ujarnya, Kamis (2/4/2026).
Selain berdampak pada kualitas pengajaran, penumpukan guru di sekolah tertentu juga memberikan dampak negatif langsung bagi para pendidik.
Kondisi kelebihan personel di satu satuan pendidikan mengakibatkan banyak guru tidak mampu memenuhi beban jam mengajar minimal.
“Hal ini berimplikasi pada sertifikasi serta kesejahteraan guru,” tandas Suwardi.
Sekedar diketahui, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), total tenaga pendidik di Kabupaten Soppeng pada tahun 2025 mencapai 3.874 guru.
Mereka tersebar di tiga jenjang utama, dengan rincian 2.504 guru SD, 699 guru SMP dan 671 guru SMA/SMK.
Penulis: Idham







Komentar