Duh, Soppeng Kehilangan 5,7 Ribu Hektar Kawasan Hutan Lindung

Ilustrasi (Ist)

DBS NEWS, SOPPENG – Kabupaten Soppeng mencatatkan penurunan yang signifikan pada luas kawasan hutan lindung.

Hal ini berdasarkan data perbandingan antara Surat Keputusan (SK) Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan yang diterbitkan pada tahun 2018 dengan tahun 2021.

Dalam SK tahun 2018, luas kawasan hutan lindung di Kabupaten Soppeng tercatat masih seluas 34.286 hektar.

Namun, dalam SK terbaru yang diterbitkan pada tahun 2021 menunjukkan bahwa luas kawasan tersebut menyusut menjadi 28.574 hektar.

Artinya, terdapat selisih penurunan luas kawasan hutan lindung di Kabupaten Soppeng sekira 5.712 hektar dalam kurun waktu tersebut.

Dengan angka pengurangan tersebut, Soppeng berada di peringkat ketujuh sebagai daerah dengan penyusutan luas hutan lindung terbesar di Sulawesi Selatan (Sulsel).

Peringkat pertama ditempati oleh Kabupaten Luwu Timur yang berkurang 26.705 hektar, Luwu Utara berkurang 24.296 hektar, Bone berkurang 13.072 hektar.

Kemudian, Luwu berkurang 12.616 hektar, Toraja Utara berkurang 9.825 hektar, dan Enrekang berkurang 7.074 hektar.

Sekedar diketahui, hutan lindung adalah kawasan hutan yang ditetapkan oleh pemerintah dengan fungsi pokok sebagai perlindungan sistem penyangga kehidupan.

Area ini dikelola untuk mengatur tata air, mencegah banjir dan erosi, mengendalikan longsor, serta menjaga kesuburan tanah dan iklim mikro.

Menurut aturan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemanfaatan hutan lindung sangat dibatasi demi menjaga kelestariannya. Aktivitas komersial seperti penebangan kayu dilarang keras.

Berikut adalah tabel perbandingan luas kawasan hutan lindung di 24 Kabupaten/Kota di Sulsel berdasarkan SK tahun 2018 dan 2021, beberapa daerah mengalami penurunan luas, sementara lainnya mencatat peningkatan:

Penulis: Idham

Komentar