Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Salah satu cara untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat dapat dilihat dari pengeluaran per kapita sebulan terkait makanan dan bukan makanan.
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), Semakin besar proporsi pengeluaran bukan makanan, maka semakin tinggi juga kesejahteraan penduduk di wilayah tersebut.
Ini lantaran masyarakat semakin punya ruang lebih untuk menabung, investasi, pendidikan, hiburan, kesehatan dan lainnya.
Sebaliknya, semakin kecil proporsi pengeluaran bukan makanan, merefleksikan tingkat kesejahteraan masyarakat yang semakin menurun.
Data BPS, menunjukkan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan penduduk Kabupaten Soppeng pada tahun 2025 adalah Rp1.166.082.
Nilai tersebut meningkat dibanding rata-rata pengeluaran tahun 2024 yang masih di angka Rp1.143.619 per kapita sebulan.
Namun, peningkatan pengeluaran per kapita tersebut tidak diikuti dengan peningkatan kualitas alokasi dana.
Pengeluaran penduduk Soppeng pada tahun 2025 sebagian besar digunakan untuk komoditas makanan yaitu Rp607.378, sedangkan bukan makanan justru menyusut menjadi Rp558.704.
Kondisi ini menandai perubahan drastis jika dibandingkan dengan proporsi pengeluaran tahun sebelumnya.
Tahun 2024, proporsi pengeluaran penduduk Soppeng justru kebanyakan dihabiskan untuk komoditas bukan makanan yaitu Rp574.225, sedangkan makanan hanya Rp569.393.

Penulis: Idham







Komentar