Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Soppeng mengalami perlambatan tajam pada triwulan II tahun 2026.
Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng yang dipublikasikan pada 7 September 2026, ekonomi soppeng tercatat hanya tumbuh sebesar 2,91 persen.
Angka ini merosot drastis dibandingkan kinerja triwulan I tahun 2026 yang sempat menyentuh pertumbuhan di level 9,39 persen.
Kendati demikian, sejumlah lapangan usaha terpantau masih mencatatkan pertumbuhan signifikan di tengah tren perlambatan tersebut.
Kategori Pengadaan Listrik dan Gas memimpin dengan pertumbuhan mencapai 13,86 persen, disusul Jasa Perusahaan sebesar 10,77 persen.
Kenaikan tinggi juga terjadi pada sektor Administrasi Pemerintahan, Pertahanan, dan Jaminan Sosial Wajib sebesar 10,61 persen, Konstruksi sebesar 9,03 persen, serta Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 7,33 persen.
Menurut BPS, pertumbuhan kategori Pengadaan Listrik dan Gas dipicu oleh faktor low-base effect akibat kebijakan pemberian diskon tarif listrik yang berlaku pada triwulan I tahun 2025.
Sementara tingginya pertumbuhan pada sektor administrasi pemerintahan didorong oleh peningkatan belanja pegawai yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di sisi lain, masifnya implementasi Program Makan Bergizi Gratis turut memberikan sentimen positif bagi pertumbuhan Kategori Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum.
Adapun akselerasi pada lapangan usaha konstruksi didorong oleh peningkatan aktivitas pembangunan dari sektor swasta dan rumah tangga, yang pada akhirnya turut menstimulasi peningkatan produksi pada sektor jasa perusahaan.
Sementara itu, beberapa lapangan usaha tercatat mengalami kontraksi, diantaranya Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan sebesar 17,23 persen, Jasa Pendidikan sebesar 6,64 persen, Transportasi dan Pergudangan sebesar 4,47 persen, serta Pertambangan dan Penggalian sebesar 2,79 persen.
Sekedar diketahui, kontraksi dalam ekonomi merujuk pada perlambatan atau penyusutan pertumbuhan ekonomi.

Penulis: Idham







Komentar