Juru Bicara Fraksi Golkar, Hadi Wijaya Ismail dalam momen Rapat Paripurna DPRD Soppeng
DBS NEWS, SOPPENG – Fraksi Partai Golongan Karya (Golkar) DPRD Kabupaten Soppeng menyoroti kondisi pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2026 yang turun drastis.
Hal ini disampaikan oleh Juru Bicara Fraksi Golkar, Hadi Wijaya Ismail dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Soppeng penyampaian pemandangan umum fraksi terhadap Ranperda Perubahan APBD 2026, Senin (21/9/2026).
“Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Soppeng turun 9,39 persen pada triwulan I menjadi 2,91 persen pada triwulan II,” ujarnya.
Menurut Hadi, kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena hantaman telak justru terjadi pada sektor-sektor penggerak utama.
Sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan yang memegang porsi distribusi terbesar yakni 29,26 persen, terpaksa terkoreksi 2,56 persen.
“Sementara itu, sektor perdagangan hanya mampu mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,28 persen,” ujar Hadi.
Atas kondisi tersebut, Fraksi Golkar meminta pemerintah daerah menjadikan momentum perubahan APBD 2026 sebagai instrumen koreksi nyata untuk memperkuat sektor riil, bukan sekadar memindahkan pos-pos anggaran.
Langkah taktis dan terarah dinilai mendesak agar roda perekonomian masyarakat Soppeng kembali bangkit di sisa tahun anggaran berjalan.
“Karena itu fraksi golongan karya meminta agar perubahan APBD tidak sekedar hanya menjadi penyesuaian angka dan nomenklatur, tetapi menjadi instrumen koreksi untuk memperkuat sektor riil,” ucap Hadi.
Penulis: Idham







Komentar