Bupati Soppeng, Suwardi Haseng
DBS NEWS, SOPPENG – Sejumlah pernyataan Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, ternyata tidak sesuai dengan fakta dan kenyataan di lapangan.
Kasus terbaru terjadi saat dirinya menyampaikan sambutan dalam acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Laringgi, Rabu (23/9/2026).
Terdapat dua pernyataan yang cukup kontroversi, yaitu terkait proyek bioetanol dan anggaran perbaikan Jembatan Lajarella.
Terkait proyek bioetanol di Kabupaten Soppeng, Suwardi secara gamblang menyebut bahwa proyek tersebut berfungsi sebagai pengganti solar.
“Bioetanol pengganti solar, program ini untuk tidak lagi mengimpor solar karena terlalu tinggi harganya. Ribuan hektare (lahan) sudah kami sodorkan ke pak mentan untuk ditanami umbi-umbian dan tebu,” ujar Suwardi.
Padahal kenyataannya, bioetanol yang digarap oleh Kementerian Pertanian merupakan bahan bakar nabati (BBN) sebagai pengganti atau campuran bensin fosil seperti Pertalite dan Pertamax, bukan solar.
Pernyataan kontroversial kedua menyangkut rencana anggaran perbaikan Jembatan Lajarella di Kelurahan Limpomajang.
Suwardi mengklaim bahwa proyek jembatan tersebut akan segera dikerjakan tahun ini dengan menggelontorkan dana fantastis mencapai sekira Rp300 miliar.
“Insya Allah tahun ini dikerjakan kalau tidak ada halangan, karena sudah ada anggarannya, kurang lebih Rp300 miliar,” kata Suwardi.
Namun, nilai anggaran tersebut dinilai terlalu besar untuk ukuran sebuah jembatan penghubung lokal.
Sebagai perbandingan, Jembatan Pacongkang yang memiliki panjang 177 meter dan selama ini dikenal sebagai salah satu jembatan termahal di Sulawesi Selatan hanya menghabiskan anggaran sekira Rp75 miliar.
Dugaan bahwa Bupati Soppeng hanya sekadar asal bunyi (asbun) di hadapan masyarakat di Desa Laringgi pun muncul.
Kekeliruan data tersebut akhirnya terbukti usai tim DBS News mengonfirmasi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Soppeng, Andi Haeruddin.
Menurut Andi Haeruddin, angka Rp300 miliar yang disebutkan oleh bupati merupakan sebuah kesalahan.
“Kalau tidak salah ingat, tidak lebih Rp200 juta, mungkin beliau salah sebut,” ujar Andi Haeruddin, Kamis (1/10/2026).
Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, Suwardi Haseng belum bisa dikonfirmasi terkait beberapa kekeliruan tersebut.
Penulis: Idham







Komentar