Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng, Nasfiding dalam moment Rapat DPRD Soppeng
DBS NEWS, SOPPENG – Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Soppeng, Nasfiding, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng untuk turun tangan membantu Perum Bulog menyediakan infrastruktur gudang penyimpanan beras.
Hal ini diungkapkan Nasfiding dalam Rapat Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Soppeng Inisiatif DPRD Tahun 2026, Jumat (2/10/2026),
Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa berharap cadangan pangan melimpah jika tidak dibarengi dengan penyediaan fasilitas gudang yang memadai.
“Bagaimana caranya kita mau menampung itu kalau tidak ada gudang. Jadi kalau anda ingin persiapan cadangan pangan melimpah, tolong siapkan dulu gudangnya, Insya Allah cadangan pangan itu tidak berkurang karena memang kita surplus,” ujar Nasfiding.
Terkait dua opsi mekanisme kerja sama yang ditawarkan Perum Bulog, Nasfiding berharap hal tersebut bisa segera direspon oleh pemerintah daerah.
“Ada dua cara yang ditawarkan Bulog, bahwa bisa dihibahkan tanahnya ke Bulog, bisa juga dibikinkan gudang langsung, kemudian Bulog sewa. Jadi banyak hal yang sebenarnya bisa dilakukan,” ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, Pimpinan Cabang Bulog Soppeng, Abdul Halim Sarro, mengungkapkan bahwa kapasitas gudang milik Bulog di Soppeng saat ini hanya mampu menampung 10.000 ton.
Angka tersebut sangat jomplang dibandingkan volume serapan gabah tahun ini yang mencapai 120.000 ton, atau setara dengan kurang lebih 60.000 ton beras.
Akibat keterbatasan kapasitas tersebut, Bulog Soppeng terpaksa menyewa puluhan kompleks gudang penyimpanan, baik di dalam daerah maupun di luar daerah seperti di Kota Makassar, demi mengamankan stok pangan hasil jerih payah petani lokal.
“Ada 25 kompleks gudang yang kami sewa di Kima Makassar, sementara di daerah Soppeng ada 7 kompleks gudang,” ujarnya.
Bulog Soppeng sendiri berharap kedepannya ada perhatian pemerintah daerah untuk segera mengatasi kondisi saat ini. Bulog pun menawarkan dua opsi mekanisme kerja sama dengan pemerintah daerah.
“Pertama, yaitu kalau misalnya dari pemerintah daerah punya tanah hibah yang bisa dihibahkan kepada kami, kami akan lakukan pembangunan di situ.”
“Kedua, yaitu bisa juga kalau itu dimiliki oleh pemerintah daerah, kami melakukan sistem sewa untuk menampung beras-beras yang kami serap dari petani di Kabupaten Soppeng,” ujar Halim.
Sekedar diketahui, kejadian penyimpanan stok beras hasil serapan petani lokal Soppeng ke Kota Makassar juga terjadi di tahun 2025.
Saat itu, sebanyak 22.500 ton beras hasil program serapan gabah di Kabupaten Soppeng harus disimpan di Makassar.
Gudang Bulog Soppeng disebut hanya mampu menampung 8.500 ton, sedangkan gudang tambahan milik swasta di soppeng yang disewa Bulog hanya bisa menampung 6.000 ton.
Penulis: Idham







Komentar