Beda Pernyataan Terkait Investor di KWA Lejja

DBS NEWS, SOPPENG – Direktur Utama Perusahaan Daerah (Perusda) Kabupaten Soppeng, Muhammad Jufri menyebut, hingga saat ini belum ada investor yang tertarik menanamkan modalnya untuk pengembangan Kawasan Wisata Alam (KWA) Lejja.

“Belum ada,” ujar Jufri singkat saat dikonfirmasi melalui pesan Whatsapp pribadinya, Selasa (9/5/2023).

Jawaban ini seolah membantah dan bertolak belakang dengan pernyataan Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak yang justru mengklaim bahwa proyek pengembangan KWA Lejja saat ini sudah diminati oleh sejumlah investor.

Pernyataan itu disampaikan Kaswadi saat acara halal bihalal Kerukunan Keluarga Soppeng (KKS) di Fourpoint Sheraton Makassar, 26 Maret 2023 lalu.

Menurut Kaswadi, sudah ada beberapa pengusaha dan pihak hotel yang tertarik menanamkan modalnya di KWA Lejja.

Saking diminatinya, pemerintah daerah dan pengelola (Perusda Soppeng.Red) sampai harus melakukan seleksi terhadap investor yang akan dipilih.

“Sudah ada beberapa hotel yang berminat, sudah ada juga beberapa pengusaha-pengusaha dari luar yang berminat,” ujar Kaswadi saat itu.

“Itu sementara kita seleksi karena kita diberi waktu pengelolaan oleh Menteri Kehutanan 50 tahun. Sisa kita memilih yang mana boleh berinvestasi, itu kontraknya minimal 30 tahun,” sambung Kaswadi.

Sekedar diketahui, Data Dinas PUPR Kabupaten Soppeng, secara keseluruhan proyek penataan KWA Lejja yang berskala internasional diperkirakan akan menelan anggaran mencapai Rp278 miliar.

Tahap pertama telah rampung dikerjakan, dengan menghabiskan anggaran mencapai Rp16 miliar yang berasal dari bantuan keuangan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

“Masih panjang proses untuk membuat KWA Lejja menjadi objek wisata berskala internasional, setelah tahap pertama akan ada tahap kedua, dan lanjut ke tahap ketiga dan seterusnya,” ungkap Kepala Dinas PUPR Soppeng, Andi Haeruddin beberapa waktu yang lalu. (id)

Komentar