PR Bupati Soppeng!, Pekerja Pertanian-Kehutanan-Perikanan Kian Menurun

DBS NEWS, SOPPENG – Pekerja di bidang pertanian, kehutanan, perikanan di Kabupaten Soppeng terus mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir.

Hal ini berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan tentang kondisi keadaan ketenagakerjaan di Sulawesi Selatan.

BPS Sulsel mencatat pada tahun 2022, penduduk Soppeng yang bekerja pada bidang pertanian, kehutanan dan perikanan sebanyak 48.695 orang.

Angka itu mengalami penurunan dibandingkan tahun 2021 yang tercatat masih berjumlah 48.729 orang dan tahun 2020 yang bahkan masih diangka 52.823.

Menjadi kontras, karena sektor lain justru mengalami peningkatan seiring meningkatnya pula jumlah penduduk Soppeng berusia 15 tahun ke atas yang bekerja.

Sebagai contoh di sektor Pertambangan dan industri pengolahan, dimana jumlah pekerjanya bertambah secara signifikan dari tahun 2020 hingga 2022.

Tahun 2020, penduduk Soppeng yang bekerja di sektor tersebut masih diangka 10.769 orang. Kemudian meningkat di tahun 2021 menjadi 12.311 orang, dan puncaknya di tahun 2022 yang mencapai angka 12.933 orang.

Tak hanya di sektor pertambangan dan Industri Pengolahan, hal yang sama juga terjadi di sektor Perdagangan Besar dan Eceran.

Dimana pada tahun 2022, penduduk Soppeng yang bekerja di sektor tersebut telah mencapai angka 49.387 orang.

Angka itu melonjak dibandingkan tahun 2021 yang berjumlah 43.605 orang dan 36.635 orang di tahun 2020.

Jika dibandingkan dengan daerah lain di Sulawesi Selatan, Kabupaten Soppeng hanya ada diperingkat 16 sebagai daerah dengan jumlah pekerja pertanian, kehutanan dan perikanan terbanyak.

Daerah dengan jumlah pekerja pertanian, kehutanan dan perikanan terbanyak di Sulsel ditempati oleh Kabupaten Bone.

Bumi Arung Palakka ini total memiliki pekerja di sektor tersebut mencapai 218.509 orang.

Peringkat terbanyak selanjutnya ditempati oleh Kabupaten Gowa dengan jumlah 177.430 orang. Lalu berturut-turut, Kabupaten Jeneponto sebanyak 120.264 orang, Bulukumba (104.646 orang), Tana Toraja (100.447), Luwu (99.493 orang).

Kemudian Kabupaten Wajo (88.018), Luwu Utara (80.427), Pangkajene dan Kepulauan (74.323), Luwu Timur (67.244), Toraja Utara (65.883), Pinrang (64.504), Enrekang (64.069), Sinjai (63.206), Bantaeng (50.558), Soppeng (48.695).

Selanjutnya Takalar (39.473), Maros (39.456), Sidrap (37.388), Barru (28.865), Kepulauan Selayar (27.358), Makassar (8.315), Palopo (6.394), dan Pare-Pare (2.428).

(id)

Komentar