DBS NEWS, SOPPENG – Anggapan bahwa mayoritas tindak kejahatan selalu menyasar perempuan, sepertinya harus mulai diubah.
Pasalnya, menurut data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, jumlah laki-laki yang menjadi korban kejahatan bisa lebih banyak dibandingkan perempuan.
Di Kabupaten Soppeng misalnya, BPS Sulsel mencatat pada tahun 2022, ada sebanyak 105 laki-laki Soppeng yang dilaporkan menjadi korban kejahatan.
Angka itu jauh lebih banyak dibandingkan jumlah perempuan Soppeng yang dilaporkan menjadi korban kejahatan di tahun yang sama, di mana jumlahnya sebanyak 49 orang.
Mayoritas laki-laki Soppeng menjadi korban kejahatan dalam kasus Pencurian Biasa sebanyak 25 orang, kemudian kasus Penggelapan sebanyak 24 orang, Penipuan sebanyak 22 orang, Curanmor sebanyak 10 orang, dan Pengrusakan sebanyak 10 orang.
Selanjutnya, kasus penganiayaan ringan sebanyak 7 orang, pembunuhan sebanyak 2 orang, penganiyaan berat sebanyak 1 orang dan pembakaran dengan sengaja sebanyak 1 orang.
Sementara itu, untuk perempuan yang menjadi korban kejahatan, mayoritas terjadi di kasus Penipuan, di mana ada sebanyak 27 perempuan Soppeng yang dilaporkan menjadi korban selama tahun 2022.
Kemudian kasus KDRT sebanyak 9 orang perempuan, lalu kasus Pencabulan sebanyak 7 orang, Penganiayaan Ringan sebanyak 4 orang, dan Perkosaan sebanyak 2 orang. (id)







Komentar