Ket.foto : Ustadz Abdul Somad
DBS NEWS, SOPPENG – Ustadz Abdul Somad mengaku kaget dengan sambutan yang didapatkannya selama berada di Kabupaten Soppeng.
Hal ini disampaikan Ustadz Abdul Somad saat mengawali tausiyahnya di acara Tabligh Akbar yang digelar di Lapangan Gasis Watansoppeng, Sabtu (4/11/2023) malam.

Menurut Ustadz Abdul Somad, sambutan yang didapatnya di Soppeng sangat berbeda dengan sambutan di daerah lain.
Jika di daerah lain, ia biasanya disambut di kantor Bupati, Masjid atau Rumah Jabatan. Namun saat di Soppeng, ia justru hanya disambut di pinggir jalan.
“Begitu mobil berhenti dan disambut Pak Bupati, langsung diajak ke pesantren Yasrib. Saya sangka bakal dijamu makanan, eh dibawa ke kuburan.”
“Rupanya pak Bupati mau mengingatkan saya supaya hormat dulu kepada para alim ulama, soalnya beberapa hari lalu ada Haul ke 73 Kiai Haji As’ad pendiri Assadiah dan beliau punya murid yang mendirikan pondok pesantren Yasrib dan saya dibawa ziarah ke sana.”
“Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi pemimpin yang lain, jika menyambut tamu atau ustadz agar diajak berziarah terlebih dahulu ke kuburan alim ulama.” ujar Ustadz Abdul Somad.
Namun kekagetan Ustadz Abdul Somad atas sambutan yang diterimanya ternyata tak sampai disitu, ia kembali terkejut saat menuju lokasi acara tabligh akbar.
Alih-alih menggunakan mobil mewah dan mahal saat menuju lokasi acara, ia justru diarak menggunakan Odong-Odong.
“Saya dimana-mana kalau tausiyah disambut dengan mobil mewah dan mahal, namun di Soppeng ini justru dinaikkan ke Odong-Odong.”
“Ternyata ada tujuannya. Kalau saya dimasukkan ke mobil dengan kaca hitam dan tertutup maka masyarakat tidak bisa melihat, tapi kalau naik odong-odong semua bisa memanggil. Pak Bupati punya pikiran yang tidak terpikirkan oleh kita,” ujar Ustadz Abdul Somad.
Pujian Ustadz Abdul Somad atas sambutan yang didapatnya di Kabupaten Soppeng tidak sampai disitu. Pria lulusan Universitas Al-Azhar ini juga mengaku senang dengan konsep acara tabligh akbar di Soppeng.
Ia tak ragu menyebut acara ini setara dengan pentas show musik yang mewah.
“Biasanya saya tausiyah, pentasnya kecil, mau berdiri di depan khawatir membelakangi masyarakat lainnya. Namun di sini pentasnya seperti show, amazing. Direkam dan ditampilkan dengan drone.”
“Tempat lain juga harus bisa membuatkan pentas seperti ini. Kalau ingin memuliakan acara tabligh akbar, daerah lain harus datang studi banding ke Soppeng. Biar tahu caranya menyambut Ustadz,” kata Ustadz Abdul Somad. (id)







Komentar