Usai Diberitakan Terkait Kaos Kelompok Tani, Kades Ganra Kirim Emoticon Nangis

Ket.foto : Screenshot Pesan Kades Ganra yang dikirimkan ke Redaksi DBS News

DBS NEWS, SOPPENG – Ada hal menarik yang terjadi setelah berita mengenai pengadaan kaos kelompok tani di Desa Ganra dipublikasikan oleh DBS News.

Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu tiba-tiba mengirim chat WhatsApp ke inboks redaksi DBS News. Menariknya tak ada kalimat yang dituliskan, hanya sebuah emoticon menangis yang dikirimkan.

Pesan emoticon itu dikirim pada pukul 17.06 WITA, atau sekira setengah jam setelah berita dipublikasikan.

Uniknya, ini merupakan balasan chat pertama yang dikirimkan Kades Ganra ini.

Sebelumnya, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Andi Wahyu tak pernah mau membalas. Ia hanya menjawab saat dihubungi langsung menggunakan panggilan telepon.

Belum jelas apa maksud dan tujuan dari Kades Ganra itu mengirim emoticon menangis tersebut ke redaksi DBS News.

Diberitakan sebelumnya, pengadaan kaos kelompok tani di Desa Ganra menjadi polemik, pasalnya ada logo AW72 yang tercetak di bagian depan baju.

Logo tulisan AW ini diduga kuat adalah singkatan dari nama Andi Wahyu yang merupakan Kepala Desa Ganra.

Menjadi masalah, karena dana yang digunakan untuk pengadaan baju untuk kelompok tani ini seluruhnya menggunakan anggaran dana desa.

Sementara itu, Kepala Desa Ganra, Andi Wahyu menyebut, total ada sekira 1.100 baju yang dicetak untuk kelompok tani.

Dengan satu baju ditaksir memiliki harga mencapai Rp65 ribu, maka total anggaran dana desa yang digunakan mencapai lebih dari Rp70 juta.

“Seluruh baju tersebut selanjutnya dibagikan gratis kepada para petani yang terdaftar di Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK),” ujar Andi Wahyu, Selasa (30/1/2024)

Lebih lanjut, Andi Wahyu mengaku tidak menyangka bahwa persoalan baju ini bakal menjadi masalah.

Pasalnya, sebelum pengadaan baju untuk kelompok tani ini, sudah ada juga pengadaan Jersey sepak bola yang menggunakan dana desa dengan menampilkan logo AW72, namun saat itu tidak dipermasalahkan.

“Tidak kuharap ini menjadi masalah, karena sebelumnya ada juga jersey sepakbola dibuat dengan logo AW72 di depan dan tidak ada masalah,” beber Andi Wahyu. (id)

Komentar