LPG 3 Kg untuk Pertanian Picu Kelangkaan, DTPHPKP Soppeng Angkat Bicara!

PLH Kepala DTPHPKP Soppeng, Azis Dahlan

DBS NEWS, SOPPENG – Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Soppeng, Azis Dahlan, mengingatkan para petani agar bijak dalam menggunakan LPG 3 kg sebagai bahan bakar mesin pompa air.

Menurutnya, penggunaan LPG harus disesuaikan dengan kondisi di lapangan agar tidak mengganggu ketersediaan stok untuk kebutuhan rumah tangga masyarakat umum.

“Saya mengingatkan kepada petani kita agar betul-betul penggunaan gas LPG itu disesuaikan dengan kondisi yang ada. Jangan sampai penggunaannya lebih banyak ke sawah, sehingga untuk kebutuhan rumah tangga nanti tidak mencukupi. Inikan dilema juga, jadi harus ada keseimbangan,” ujar Azis, Rabu (15/7/2026).

Terkait regulasi penggunaan gas tersebut, Azis menyerahkannya sepenuhnya kepada Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi, dan UKM (PPK-UKM) selaku otoritas yang berwenang.

“Petani itukan hanya pemakai, masalah regulasi kami serahkan ke Koperindag (Dinas PPK-UKM), karena petani itu sekarang sudah pintar, mereka pasti mencari cara bagaimana pertanamannya ini bisa menghasilkan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Azis menegaskan bahwa pihak dinas tidak pernah menganjurkan penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Kita memang menganjurkan melakukan pompanisasi, namun kita tidak pernah menganjurkan menggunakan hal-hal yang tidak sesuai aturan,” tegasnya.

Terkait solusi jangka panjang, Azis memandang implementasi program listrik masuk sawah bakal bisa menjadi jawaban untuk mengalihkan penggunaan LPG di sektor pertanian.

‘Program ini bisa meng-cover masalah petani kita yang membutuhkan pompanisasi, sehingga di samping petani bisa lebih efisien dalam hal biaya yang dikeluarkan, juga penggunaan gas LPG bisa sesuai dengan peruntukannya.”

“Insya Allah tahun ini meskipun kami belum tahu berapa jumlahnya, yang jelas akan menggunakan dana APBN,” ucap Azis.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas PPK-UKM Kabupaten Soppeng, Andi Agus Salim, mengungkap penyebab melonjaknya harga LPG 3 kg yang telah mencapai harga Rp40 ribu per tabung di sejumlah wilayah Kabupaten Soppeng.

Menurutnya, salah satu faktor yang menyebabkan lonjakan harga tersebut karena adanya kelangkaan stok akibat tingginya permintaan yang dipicu oleh maraknya penggunaan LPG 3 kg sebagai bahan bakar mesin pompa air oleh para petani.

“Dalam sehari, petani bisa menghabiskan 2-3 tabung LPG 3 kg untuk pompanisasi guna mengairi satu hektar sawah,” ujar Andi Agus, Selasa (14/7/2026).

Penulis: Idham

Komentar