Ilustrasi (Ist)
DBS NEWS, SOPPENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng memastikan program listrik masuk sawah tidak akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun ini.
Keterbatasan keuangan daerah memaksa pemerintah untuk mengalihkan pembiayaan program tersebut ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Harian (PLH) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (DTPHPKP) Kabupaten Soppeng, Azis Dahlan.
“Sebenarnya lebih bagus jika menggunakan APBD, cuma karena melihat keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi, kita harus menggunakan dana APBN,” ujarnya, Rabu (15/7/2026).
Terkait realisasi di lapangan serta jumlah titik lokasi yang akan mendapatkan bantuan program listrik masuk sawah, Azis belum mau berkomentar banyak.
Ia hanya bisa memastikan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk merealisasikan program yang merupakan janji politik Bupati-Wakil Bupati Soppeng saat ini, Suwardi Haseng-Selle KS Dalle.
“Insya Allah tahun ini meskipun kami belum tahu berapa jumlahnya,” tandas Azis.
Program listrik masuk sawah sendiri diyakini bisa menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi para petani di Soppeng.
Selain mampu menekan biaya operasional yang harus dikeluarkan petani, listrik masuk sawah juga dinilai sebagai langkah tepat untuk menertibkan penggunaan gas LPG bersubsidi agar tepat sasaran.
“Program ini bisa mengcover masalah petani kita yang membutuhkan pompanisasi, sehingga bisa lebih efisien dalam hal biaya, juga penggunaan gas LPG bisa sesuai dengan peruntukannya,” ucap Azis.
Penulis: Idham







Komentar