DBS NEWS, SOPPENG – Masyarakat Kabupaten Soppeng sepertinya masih harus bersabar menunggu pelaksanaan program penyediaan pompanisasi dan instalasi listrik masuk sawah.
Pasalnya, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Kabupaten Soppeng ternyata masih berkutat dengan verifikasi calon penerima bantuan.
Padahal, saat dikonfirmasi terakhir kali pada 24 Juni 2025 lalu, Dinas TPHPKP juga mengklaim tengah melakukan verifikasi.
“Masih proses survei. Menurut info dari konsultan tadi tinggal satu kelompok yang belum disurvei. (Kendala) tidak ada, kami sesuai proses saja,” ujar PLT Kepala Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng, Alia Warjuni, Selasa (29/7/2025).
Diberitakan sebelumnya, Dinas TPHPKP Kabupaten Soppeng menganggarkan Rp480 juta untuk penyediaan pompanisasi dan instalasi listrik masuk sawah di tahun 2025. Bantuan ini akan menyasar 16 kelompok tani.
“Kenapa hanya 16 kelompok tani, karena harus menyesuaikan anggaran. Tapi tidak menutup kemungkinan akan bertambah jika ada tambahan anggaran di perubahan,” tulis Alia melalui pesan WhatsApp, Selasa (24/6/2025).
Kelompok tani yang dipilih sebagai penerima bantuan tidak sembarangan, sebab ada kriteria dan syarat yang harus dipenuhi, salah satunya, kelompok tani sudah memiliki sumur di area persawahannya.
“Calon penerima bantuan ditentukan dari hasil survei. 16 kelompok tani itu harus punya sumur existing yang konstruksinya pake casing. Selain itu, juga harus memiliki sumber listrik terdekat,” ungkap Alia.
Terkait nama-nama kelompok tani penerima bantuan, Dinas TPHPKP belum bisa mempublikasikannya karena masih dalam tahap survei.
“Sementara masih tahap survei. Nanti kami kabari kalau sudah fix,” kata Alia saat itu.
Sekedar diketahui, anggaran penyediaan pompanisasi dan instalasi listrik masuk sawah ini seluruhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Soppeng tahun 2025.
“Kita on proses juga bisa gunakan dana APBN,” tandas Alia.
Penulis : Idham







Komentar