Beban Ganda Penyakit Jadi Masalah Dalam Pembangunan Kesehatan di Soppeng

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Sallang menyebut beban ganda penyakit menjadi salah satu masalah dalam pembangunan kesehatan di Kabupaten Soppeng.

Beban ganda penyakit ini adalah di mana disatu pihak masih banyak Penyakit Infeksi yang harus ditangani, namun dilain pihak Penyakit Tidak Menular (PTM) juga semakin meningkat.

PTM merupakan penyebab kematian terbanyak di Indonesia. Angka kematian PTM saat ini diperkirakan mencapai 73 persen. 35 persen diantaranya karena Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah, 12 persen oleh Penyakit Kanker, 6 persen oleh Penyakit Pernapasan Kronis, 6 persen karena diabetes dan 16 persen oleh PTM lainnya.

“Angka PTM sejak tahun 2010 mulai meningkat. Semua dipengaruhi oleh pola asuh, pola gerak dan pola makan seperti tinggi kalori, rendah serat, tinggi garam, tinggi gula dan tinggi lemak,”

“Pola itu diikuti dengan gaya hidup mager atau malas gerak, memilih makan junk food atau siap saji ditambah dengan kurangnya aktivitas fisik, stress dan istirahat, sehingga memicu timbulnya penyakit Hipertensi, Diabetes Militus, Obesitas, Kanker, Jantung dan Hiperkolesterol di kalangan masyarakat kita,” ungkap Sallang dalam Pertemuan Sosialisasi Posbindu Institusi, Kamis (29/9/2022).

Untuk mencapai target pembangunan kesehatan di tahun 2030, Sallang menilai perlu adaya upaya dalam pengendalian PTM. Salah satu langkah awalnya adalah dengan membangun komitmen bersama seluruh elemen masyarakat melalui program kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu).

Pengembangan Posbindu PTM merupakan bagian integrasi dari sistem pelayanan kesehatan, berdasarkan persoalan PTM yang ada di masyarakat dan mencakup upaya promotif dan preventif serta pola rujukannya.

“Posbindu PTM merupakan kegiatan deteksi dini dan pemantauan terhadap resiko PTM yang dapat dilakukan kepada masyarakat, disertai dengan tindak lanjut dalam bentuk konseling dan rujukan ke fasilitas pelayanan kesehatan dasar,” ujar Sallang. (id)

Komentar