DBS NEWS, SOPPENG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng mencatat, penduduk miskin usia 15 tahun ke atas di Kabupaten Soppeng pada tahun 2021, didominasi oleh mereka yang berpendidikan rendah atau hanya mampu menamatkan pendidikan sampai dengan tingkat SMP/Sederajat.
“49,64 persen penduduk miskin di Kabupaten Soppeng adalah mereka yang hanya tamat SD atau SMP, sedangkan 32,99 persen adalah mereka yang tidak tamat SD, dan 17,37 persen lainnya berpendidikan tamat SMA ke atas,” ungkap Kepala BPS Soppeng, Muhlis, Jumat (9/9/2022).
Jika dibandingkan dengan Kabupaten/Kota lain di Sulawesi Selatan, diketahui bahwa persentase penduduk miskin Kabupaten Soppeng yang tidak tamat SD berada pada peringkat 9 terbesar di Sulawesi Selatan. Sementara untuk persentase penduduk miskin yang tamat SD/SMP, Soppeng berada pada peringkat ke-12.
Di Kabupaten Soppeng sendiri saat ini masih ada sekitar 17,27 Ribu penduduk miskin atau sekitar 7,53 persen dari total penduduk Kabupaten Soppeng.
Mereka digolongkan miskin karena rata-rata pengeluaran bulanan baik untuk konsumsi makanan maupun bukan makanan masih dibawah garis kemiskinan yang saat itu mencapai Rp341.484/orang/bulan.
“Kemiskinan berkaitan erat dengan tingkat pendidikan. salah satu penyebab kemiskinan suatu bangsa adalah rendahnya pengetahuan. Rendahnya pengetahuan disebabkan karena rendahnya pendidikan dan kesempatan memperoleh pengetahuan,” ujar Muhlis. (id)







Komentar