DBS NEWS, SOPPENG – Ribuan anak di Kabupaten Soppeng terancam memiliki kecerdasan di bawah rata-rata karena faktor mengalami stunting.
Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat dari kekurangan gizi.
Dalam Pertemuan Pembinaan Kader Pembangunan Manusia oleh Pemkab Soppeng pada awal Agustus 2022 lalu, terungkap bahwa dari hasil pengukuran Balita di Soppeng periode Februari 2022, dari 11.275 balita yang di ukur, sebanyak 1.516 di antaranya mengalami stunting.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng, Sallang yang dikonfirmasi, Rabu (7/9/2022), menjelaskan bahwa stunting pada anak dapat mempengaruhi anak dari ia kecil hingga dewasa.
Dalam jangka pendek, stunting pada anak bisa menyebabkan terganggunya perkembangan otak, metabolisme tubuh, dan pertumbuhan fisik.
“Seiring dengan bertambahnya usia anak, stunting dapat menyebabkan berbagai macam masalah, di antaranya kecerdasan anak di bawah rata-rata sehingga prestasi belajarnya tidak bisa maksimal, sistem imun tubuh anak tidak baik sehingga anak mudah sakit, dan anak akan lebih tinggi berisiko menderita penyakit diabetes, penyakit jantung, stroke, dan kanker,” ungkap Sallang.
Dampak buruk stunting yang menghantui hingga usia tua membuat kondisi ini sangat penting untuk dicegah. Gizi yang baik dan tubuh yang sehat merupakan kunci dari pencegahan stunting.
Mencegah stunting bisa dilakukan dengan mengonsumsi makanan dengan kandungan nutrisi yang dibutuhkan selama hamil dan selama menyusui.
“Berikan nutrisi yang baik kepada Si Kecil, seperti ASI eksklusif dan nutrisi penting lainnya seiring pertambahan usia dan rutin memeriksakan kehamilan serta pertumbuhan dan perkembangan anak setelah lahir,” jelas Sallang. (id)







Komentar