Kualitas Hidup Ibu Jadi Kunci Penurunan Stunting

DBS NEWS, NASIONAL – Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga, Kurniasih Mufidayati menilai kualitas hidup seorang ibu bisa menjadi kunci dalam penurunan kasus stunting di Indonesia.

Menurutnya, ibu memiliki peran penting dalam menentukan asupan makanan pada saat hamil dan pemberian gizi serta pola asuh pada anak setelah lahir.

“Penanganan stunting tidak semata-mata dilakukan dengan pendekatan medis namun yang lebih penting adalah dengan pendekatan membangun keluarga yang sehat dan tangguh,” ujar Kurniasih yang dikutip DBS News dari laman PKS.id, Kamis (22/12/2022).

Menurut Kurniasih, terdapat penelitian tentang stunting yang menunjukan faktor lain yang turut berperan dalam risiko stunting. Faktor tersebut diantaranya adalah, kesehatan ibu selama kehamilan, pola asuh dan kesehatan anak atau kekerapan mengalami penyakit infeksi, kondisi sosio-ekonomi serta lingkungan.

Tak hanya itu, sebuah penelitian lain juga membuktikan  bahwa tinggi badan ibu merupakan salah satu faktor yang berperan dalam kejadian stunting. Sehingga ibu yang sehat saat hamil, setelah melahirkan, merawat bayi dan saat mengasuh balita akan berperan penting dalam mengurangi resiko stunting.

“Betapa pentingnya kualitas hidup ibu dalam penurunan stunting ini diantaranya ditunjukan dengan hasil penelitian di Sukoharjo yang menemukan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas hidup ibu dengan Perkembangan Motorik Kasar Balita,” ungkap Kurniasih.

“Penelitian yang dilakukan oleh Hayashida di tahun 2006, juga menyimpulkan bahwa untuk mencapai nilai terbaik dalam kondisi psikologi, fungsi, dan kontrol atau tumbuh kembang anak, diperlukan kualitas hidup ibu yang baik pula,” sambungnya.

Olehnya itu, Kurniasih menilai penting bagi semua pihak agar bisa memastikan bahwa ibu memiliki kualitas hidup yang baik, yang mana hal itu bisa dimulai dari meningkatkan kesehatan mental dan intelektual sang ibu.

Seorang ibu menurutnya perlu didukung untuk sehat mental agar memiliki kondisi psikologis yang baik saat kondisi hamil maupun saat merawat bayi dan balita.

Ibu juga perlu didukung untuk memiliki pengetahuan yang cukup, hal ini diperlukan agar ibu bisa menggali informasi dan memiliki pengetahuan tentang resiko dan cara  mengantisipasi stunting.

Ibu harus bisa mengerti bagaimana menjaga kesehatan anak kemudian menjaga diri sendiri dan menjaga kesehatan keluarga.

Ibu yang cerdas juga akan lebih kreatif dalam menyediakan makanan bergizi, mengelola keuangan untuk memenuhi asupan gizi bagi dirinya maupun keluarganya khususnya bayi dan balita tanpa perlu biaya mahal.

“Ada ungkapan bahwa ‘hanya ibu yang tidak boleh sakit’ sebagai ekspresi betapa seorang ibu memegang peranan yang sangat penting dalam keluarga. Bagaikan seorang manajer, ibu mengatur dan mengurus banyak hal, bekerja 24 jam tanpa digaji, tanpa cuti, dan waktu istirahat yang sedikit sekali.”

“Maka dalam konteks upaya menurunkan prevelensi stunting ini juga harus diikuti dengan upaya meningkatan kualitas hidup ibu dengan memenuhi kebutuhannya agar sehat secara fisik, mental dan intelektual,” beber Kurniasih. (id)

Komentar