PMK di Soppeng Capai 400 Kasus, Provinsi Soroti Jumlah Tenaga Kesehatan

DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Dinas Peternakan, Kesehatan Hewan dan Perikanan (DPKHP) Kabupaten Soppeng, Erman Asnawi, menyebut kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Soppeng telah mencapai 400 kasus hingga awal Desember 2022.

“Sempat zero selama dua bulan, namun di bulan Oktober melonjak tajam, sampai saat ini mencapai 400-an kasus, sedangkan kasus kematian akibat PMK tercatat baru satu ekor anak sapi,” ujar Erman Aswadi, Selasa (6/12/2022).

Menurut Erman, saat ini kendala utama yang dihadapi dalam penanganan kasus PMK di Soppeng adalah kurangnya respon dari masyarakat untuk menvaksin hewan ternaknya.

“Diperlukan dukungan dari semua pihak untuk menggerakkan program vaksinasi, termasuk melalui edukasi dan penyuluhan,” tambah Erman.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Sulawesi Selatan, Nurlina menyoroti jumlah tenaga kesehatan yang disiapkan Pemkab Soppeng dalam penanganan kasus PMK.

Menurutnya, untuk satu Kecamatan, Pemerintah Kabupaten harusnya menyiapkan setidaknya satu dokter hewan dan dua paramedis untuk membantu.

“Tenaga kesehatan hewan masih kurang di Kabupaten Soppeng, sehingga dibutuhkan tambahan atau dukungan dari berbagai pihak dengan melibatkan lintas sektor sampai ke tingkat Desa,” kata Nurlina.

Nurlina menambahkan, target vaksinasi Kabupaten Soppeng saat ini baru mencapai 4.420 dosis dari 10 ribu dosis yang disiapkan atau belum mencapai 50 persen dari target.

“Kami berharap soppeng bisa segera menyelesaikan PMK ini sebelum memasuki tahun 2023. Target kita adalah meningkatkan imunitas kelompok sapi yang ada di Soppeng agar tidak terkena penyakit,” kata Nurlina.

Komentar