DBS NEWS, SOPPENG – Survei Sosial Ekonomi Nasional (SUSENAS) Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan, mengungkap pola perilaku masyarakat Soppeng saat mengakses internet.
Survei yang dilaksanakan pada bulan Maret 2022 ini mengambil sampel penduduk usia lima tahun ke atas di Kabupaten Soppeng.
Dalam surveinya, terdapat lima persentase tertinggi tujuan masyarakat Soppeng saat mengakses internet.
Dimana sebanyak 81,00 persen masyarakat soppeng mengakses internet adalah untuk tujuan mendapat informasi berita. Persentase itu menjadi yang tertinggi dibandingkan berbagai tujuan lainnya ketika mengakses internet.
Selain untuk mencari berita, sebanyak 80,03 persen masyarakat Soppeng mengakses internet untuk mendapat hiburan. Hiburan yang dimaksud dapat berupa mengakses game, TV, film, video, radio, gambar, dan musik.
Ada juga yang mengakses internet untuk sekedar berinteraksi di media sosial seperti Facebook, Twitter dan Instagram, angkanya mencapai 77,56 persen.
Kemudian, ada sebanyak 28,36 persen masyarakat Soppeng yang mengakses internet untuk mendapat informasi barang dan jasa. Lalu, sebanyak 15,01 persen yang mengakses internet untuk mengirim atau menerima email.
Adapun persentase masyarakat yang mengakses internet dengan tujuan dan keperluan pembelajaran hanya mencapai 13,38 persen.
Masih dari data Survei BPS, mayoritas masyarakat Soppeng mengakses internet dengan menggunakan Handphone atau Ponsel, jumlahnya mencapai 99,39 persen.
Meski begitu, masih ada 14,51 persen penduduk Soppeng yang mengakses internet menggunakan Laptop, Notebook dan Tablet. Dan hanya 3,25 persen yang menggunakan Komputer.
Sementara itu menurut laporan APJII, rata-rata masyarakat Indonesia mengakses internet selama 8 jam 36 menit dalam sehari. Itu artinya 37,5 persen dari 24 jam sehari digunakan masyarakat untuk berselancar di dunia maya.
Sayangnya, banyak pengguna internet di Indonesia ternyata belum memiliki literasi digital yang memadai, terutama terkait menjaga privasi dan keamanan berinternet.
Menurut riset dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kominfo) bekerja sama dengan Katadata Insight Center di tahun 2021, sebanyak 94 persen masyarakat Indonesia tidak peduli keamanan data pribadinya, dan belum sepenuhnya selektif dalam mengatur akses aplikasi yang memungkinkan pencurian data. (id)







Komentar