DBS NEWS, SOPPENG – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Soppeng merilis data anggaran penanganan stunting desa-desa di Kabupaten Soppeng untuk tahun 2023.
Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Muda DPMD Kabupaten Soppeng, Andi Irwansyah menyebut dari 49 Desa di Kabupaten Soppeng, hanya 38 Desa yang mengalokasikan anggaran stunting untuk bantuan pembayaran iuran BPJS kesehatan.
11 Desa lainnya tidak mengalokasikan anggaran stunting karena tidak memiliki warga yang masuk kategori penderita stunting miskin ekstrim.
“Kesebelas Desa ini yaitu Desa Goarie, Barae, Marioriaja, Congko, Jampu, Barang, Tetewatu, Mattabulu, Kessing, Ganra dan Citta,” ujar Andi Irwansyah, Senin (20/2/2023).
Penentuan penderita stunting yang masuk kategori miskin ekstrim ini diputuskan dalam Musyawarah Desa Khusus atau Musdesus.
Para penderita stunting kategori miskin ekstrim ini bersama dengan anggota keluarganya, selanjutnya akan diberikan bantuan melalui dana desa untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan.
Hasil Musdesus, total ada 243 penderita stunting kategori miskin ekstrim di Soppeng, sedangkan jumlah anggota keluarga kategori miskin ekstrim mencapai 922 orang.
“Para penderita stunting dan anggota keluarganya akan dibayarkan Iuran BPJS Kesehatannya selama setahun menggunakan Dana Desa, besarannya yaitu Rp35 Ribu per orang tiap bulannya,” ujar Andi Irwansyah.
Dari data DPMD, diketahui bahwa Desa Tellulimpoe menjadi Desa dengan alokasi anggaran penanganan stunting terbesar yaitu mencapai Rp30.240.000.
Lalu disusul Desa Pesse dengan anggaran sebesar Rp26.460.000, Desa Watu Toa sebesar Rp25.200.000 dan Patampanua sebesar Rp21.840.000.
“Total anggaran dana desa yang digunakan untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan para penderita stunting dan anggota keluarganya mencapai Rp390.180.000,” ujar Andi Irwansyah.
Berikut data anggaran penanganan stunting desa-desa di Kabupaten Soppeng untuk tahun 2023 :
Gattareng Rp 18.900.000 (untuk 45 anggota keluarga)
Watu Rp 4.200.000 (untuk 10 anggota keluarga)
Marioritenga Rp 7.560.000 (untuk 18 anggota keluarga)
Mariorilau Rp 4.200.000 (untuk 10 anggota keluarga)
Watu Toa Rp 25.200.000 (untuk 60 anggota keluarga)
Gattareng Toa Rp 6.300.000 (untuk 15 anggota keluarga)
Soga Rp 6.300.000 (untuk 15 anggota keluarga)
Pattojo Rp 13.860.000 (untuk 33 anggota keluarga)
Timusu Rp 13.020.000 (untuk 31 anggota keluarga)
Rompegading Rp 1.260.000 (untuk 3 anggota keluarga)
Abbanuange Rp 2.940.000 (untuk 7 anggota keluarga)
Baringeng Rp 11.340.000 (untuk 27 anggota keluarga)
Masing Rp 10.920.000 (untuk 26 anggota keluarga)
Kebo Rp 10.080.000 (untuk 24 anggota keluarga)
Parenring Rp 5.880.000 (untuk 14 anggota keluarga)
Paroto Rp 5.880.000 (untuk 14 anggota keluarga)
Palangiseng Rp 2.100.000 (untuk 5 anggota keluarga)
Maccile Rp 7.560.000 (untuk 18 anggota keluarga)
Umpungeng Rp 14.280.000 (untuk 27 anggota keluarga)
Bulue Rp 9.240.000 (untuk 22 anggota keluarga)
Panincong Rp 17.220.000 (untuk 41 anggota keluarga)
Patampanua Rp 21.840.000 (untuk 52 anggota keluarga)
Tellulimpoe Rp 30.240.000 (untuk 72 anggota keluarga)
Laringgi Rp 12.600.000 (untuk 30 anggota keluarga)
Donri-donri Rp 9.240.000 (untuk 22 anggota keluarga)
Lalabatariaja Rp 4.620.000 (untuk 11 anggota keluarga)
Leworeng Rp 6.300.000 (untuk 15 anggota keluarga)
Labokong Rp 15.960.000 (untuk 38 anggota keluarga)
Sering Rp 10.080.000 (untuk 24 anggota keluarga)
Pesse Rp 26.460.000 (untuk 63 anggota keluarga)
Tottong Rp 15.540.000 (untuk 37 anggota keluarga)
Pising Rp 7.980.000 (untuk 19 anggota keluarga)
Belo Rp 3.360.000 (untuk 8 anggota keluarga)
Lompulle Rp 6.300.000 (untuk 15 anggota keluarga)
Enrekeng Rp 1.260.000 (untuk 3 anggota keluarga)
Kampiri Rp 7.140.000 (untuk 17 anggota keluarga)
Labae Rp 4.200.000 (untuk 10 anggota keluarga)
Tinco Rp 8.820.000 (untuk 21 anggota keluarga)
(id)







Komentar