DBS NEWS, SOPPENG – Pose menyilangkan ibu jari dan telunjuk alias finger heart sedang menjadi tren dikalangan masyarakat Soppeng.
Gestur finger heart sendiri pertama kali dipopulerkan oleh masyarakat Korea Selatan. Sesuai namanya gestur ini memilki makna untuk menunjukkan simbol cinta ataupun bentuk terima kasih dan penghargaan.
Dilansir dari Uzone.id, sosiolog Universitas Indonesia, Daisy Indira Yasmine menilai populernya pose finger heart ini tak lepas dari Hallyu Wave atau gelombang kebudayaan populer Korea Selatan yang sedang menjalar di dunia.
Berbagai komponen dalam budaya Korea, mulai dari musik, drama, makanan, fashion, hingga riasan, kini telah mendapat tempat di komunitas masyarakat.
“Banyak masyarakat yang menggunakan gestur-gestur tersebut karena budaya populer Korea Selatan memang sedang ‘ngetren’ di berbagai belahan dunia,” ujar Daisy.
Secara lebih luas, Daisy menyebut, fenomena Hallyu Wave bisa dimengerti dengan memandangnya sebagai sebuah industri budaya populer.
Ia berpendapat, musik, gaya, maupun gestur khas Korea Selatan diadopsi secara masif oleh masyarakat karena didukung oleh sistem dan jaringan yang kuat pula.
“Kerjanya juga seperti industri. Ada manajemen, ada pengorganisasian yang jelas, ada tujuan yang jelas, target yang jelas,” ujar Daisy.
Masifnya penyebaran budaya Korea ini pastinya tidak hanya menimbulkan efek positif namun juga dampak negatif. Namun menurut Daisy, hal itu bukanlah sesuatu yang lantas harus dianggap sebagai sebuah ancaman.
“Kalau kita cuma punya posisi takut pada penetrasi budaya asing, itu sulit pada masa yang sangat global ini. Daripada menyalahkan penetrasi, mendingan self-critic dulu ke kitanya. Pengembangan budaya lokal kita gimana?,” Ujar Daisy.
Bagi Daisy, penting bagi Indonesia untuk menemukan identitasnya dan menyesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini.
Menurutnya, budaya tidak sama dengan tradisi, dan tak selalu terpaku dengan hal-hal yang bersifat kuno.
“Makanya kita harus sadar itu, sehingga kita membentuk budaya-budaya Indonesia modern itu kayak gimana. Indonesia yang post-modern gimana, gitu lho yang sebenarnya harus dikembangkan,” kata Daisy.







Komentar