Mitos atau Fakta, Jabatan Bupati Soppeng Hanya untuk yang Berawalan Huruf ‘A’?

DBS NEWS, SOPPENG – “Jangan pernah berharap menjadi Bupati Soppeng jika tidak ada huruf ‘A’ di awal namamu!”, sebuah kalimat sarat makna ini diucapkan oleh salah seorang Anggota DPRD Soppeng beberapa waktu lalu.

Terlepas dari pernyataan tersebut hanya sekedar berseloroh, namun faktanya memang hampir benar adanya.

Dilansir dari laman situs resmi Pemkab Soppeng, tercatat ada 10 tokoh yang namanya terdaftar dalam list Bupati Soppeng dari masa ke masa.

Dimulai dari H. Andi Wana yang memimpin dari tahun 1957 hingga 1960. Kemudian H. Andi Machmud (1960-1964), H. Andi Made Ali (1965-1979), Djamaluddin M (1979-1984), Drs. H. Umar Lakunnu (1984-1990), H. Abbas Sabbi, SH (1990-1995)

Kemudian, Drs. H. Andi Paeruddin Saisal (1996-2000), Drs. H. Andi Harta Sanjaya (2000-2005), Drs. H. Andi Soetomo M.Si (2005-2015) dan H. A. Kaswadi Razak, SE (2016-2024).

Dari keseluruhan nama-nama tersebut, tujuh tokoh diantaranya memiliki huruf ‘A’ atau gelar ‘Andi’ di awal namanya.

Gelar ‘Andi’ sendiri merupakan salah satu gelar bangsawan Bugis yang menandakan adanya keturunan bangsawan murni.

Djamaluddin M menjadi Bupati Soppeng pertama yang tidak memiliki gelar Andi yang tersemat di awal namanya.

Momen kepemimpinan Djamaluddin ini terjadi di awal tahun 1979.

Dan seolah menjadi tradisi saat itu, dua tokoh selanjutnya yang menjadi Bupati Soppeng, juga tidak memiliki gelar ‘Andi’ di awal namanya. Mereka adalah Umar Lakunnu dan Abbas Sabbi.

Total masa kepemimpinan ketiga Bupati Soppeng tanpa gelar ‘Andi’ ini mencapai 16 tahun.

Baru di era tahun 1996, sosok bergelar ‘Andi’ kembali merebut tahta Bupati Soppeng. Sosok itu tidak lain yaitu Drs. H. Andi Paeruddin Saisal.

Dan selepas kepemimpinannya pun, sosok bergelar ‘Andi’ selalu kembali memimpin Kabupaten Soppeng hingga di era modern saat ini, di mana kepemimpinan dipegang oleh H.A.Kaswadi Razak. (id)

Komentar