Oleh : A.Akbar, Koordinator Presidium KAHMI Soppeng
Kabupaten Soppeng memiliki sejarah cemerlang dimasa lalu. Kabupaten Soppeng merupakan bekas Kota Kerajaan masa lampau yang memiliki wilayah kekuasaan dan pengaruh yang cukup luas.
Karena itu Soppeng parnah menjadi daerah utama di Sulawesi Selatan yang terkenal ke pelosok-pelosok wilayah, bahkan beberapa negara.
Dalam sumber terbatas, dijelaskan bahwa sejarah Soppeng diawali dengan munculnya Tomanurung. Periode Awal Manurungnge ritellang kere Arung Keke dan Syekh Muhammad Ali Petta Bulu Matanre Keduanya adalah tokoh sentral yang merupakan embrio lahirnya soppeng.
Di Periode Tomanurung Selanjutnya Muncul Tokoh Penomenal La Temmamala Manurungnge RI Sekkangnyili Datu Soppeng riaja yang membawa peradaban pertanian dan We Temmapuppu Manurungnge RI Goarie yang membawa Peradaban Tenun/Sutra Kemudian Diangkat Datu Soppeng Rilau
Saat itu, masyarakat Soppeng tengah dilanda kegetiran dan kemiskinan yang menyebabkan rakyat mengalami penderitaan dan kelaparan.
Untuk mengatasi itu berkumpullah tokoh-tokoh Soppeng Riaja dan Soppeng Rilau “tudang sipulung” mencari solusi mengatasi masalah kelaparan dan penderitaan masyarakat Soppeng.
Sementara musyawarah berlangsung, tiba-tiba dua ekor burung kakak tua (dalam bahasa Bugis dikenal sebagai “cakkelle”) ramai memperebutkan setangkai padi yang berisi bulir-buliranya.
Perilaku burung kakaktua ini menarik perhatian seluruh peserta pertemuan hingga menyebabkan musyawarah terganggu.
Arung Bila kemudian menyuruh Matoa Tinco untuk menghalau dan mengikuti cakkelle tersebut yang terbang menuju Sekkanyili.
Ditempat inilah ditemukan seorang berpakaian indah sedang duduk di atas batu, yang pada akhirnya diangkat menjadi Raja Soppeng Riaja dan diberi gelar “Latemmamala Manurung’e Ri Sekkanyilik”.
Saat itu ketika Latemmamala menerima pengangkatan dengan gelar DATU Soppeng Riaja, Latemmamala mengangkat sumpah di atas Batu yang diberi nama “Lamung Patue”.
Sambil memegang segegenggam padi, Latemmamala mengucapkan sumpah dengan kalimat yang artinya : “isi padi ini tak akan masuk melalui tenggorokan saya bila berlaku curang dalam melakukan pemerintahan”.
Latemmamala sebagai pemimpin di Soppeng yang menjalankan tata pemerintahan kerajaan Soppeng, kehidupan rakyat bersatu padu dan mengalami kemakmuran.
Salah satu kunci utama keberhasilan Latemmamala menjalankan pemerintahannya yang memakmurkan rakyatnya adalah konsistensinya menjalankan sumpahnya sebagai pemimpin di depan rakyatnya.
Latemmamala Datang Membawa Peradaban dibidang pertanian dan sampai hari ini masyakarat Soppeng masih bisa merasakan kontribusi nyatanya, bahkan menurut catatan yang pernah kami baca, bahwa beras Soppeng menjadi beras unggul dan berkwalitas dipasar nasional maupun pasar internasional karena priode genetikanya yang panjang.
Kami melihatnya kedepan, penting mengangkat kembali sosok Latemmamala peletak peradaban pertanian di kabupaten Soppeng dalam Bentuk Gau Maraja Latemmamala, dan secara kultur masyarakat Soppeng menerima Gau Maraja Latemmamala karena jelas kontribusi nyatanya untuk Soppeng dan semua manuskrip lontara sepakat dengan tokoh sentral ini.







Komentar