DBS NEWS, SOPPENG – Tahukah anda bahwa anggaran penyelenggaraan Festival La Patau jauh lebih besar dibandingkan anggaran penanganan stunting di Desa-desa di Kabupaten Soppeng.
Data yang dirilis Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Soppeng pada Februari 2023 lalu, total anggaran dana desa yang digunakan untuk penanganan stunting di Kabupaten Soppeng hanya sebanyak Rp390.180.000.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembayaran iuran BPJS Kesehatan para penderita stunting dan anggota keluarganya selama setahun penuh.
Penentuan penderita stunting yang menerima bantuan tersebut pun dilakukan secara selektif. Hanya mereka yang masuk kategori miskin ekstrem yang bisa menerima bantuan.
Miskin ekstrem adalah kondisi ketidakmampuan dalam memenuhi kebutuhan dasar yaitu kebutuhan makanan, air minum bersih, sanitasi layak, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan akses informasi yang tidak hanya terbatas pada pendapatan, tapi juga akses pada layanan sosial.
Penentuan kategori miskin ekstrim inipun diputuskan dalam Musyawarah Desa Khusus atau Musdesus.
Hasil Musdesus, total ada 243 penderita stunting kategori miskin ekstrim di Soppeng, dengan jumlah anggota keluarga kategori miskin ekstrim mencapai 922 orang.
Dari 49 Desa di Kabupaten Soppeng, hanya 38 Desa yang mengalokasikan anggaran stunting. 11 Desa lainnya tidak mengalokasikan anggaran stunting karena tidak memiliki warga yang masuk kategori penderita stunting miskin ekstrim.
“Para penderita stunting dan anggota keluarganya akan dibayarkan Iuran BPJS Kesehatannya selama setahun menggunakan Dana Desa, besarannya yaitu Rp35 ribu per orang tiap bulannya,” ujar perwakilan DPMD Soppeng.
Sementara itu, penyelenggaraan Festival La Patau di Kabupaten Soppeng yang rencananya dilaksanakan selama empat hari, dari tanggal 15-18 Juli, diperkirakan akan menelan anggaran mencapai Rp1 miliar.
Hal ini berdasarkan estimasi anggaran yang dirilis oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Soppeng pada Mei 2023 lalu.
“Estimasi di proposalnya yaitu Rp1 miliar yang sumbernya dari APBD,” ungkap Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Soppeng, Karim saat itu.
Anggaran sebanyak itu rencananya akan digunakan untuk sejumlah rangkaian kegiatan, mulai dari Seminar Internasional, Pertemuan Wija Lapatau dan Festival Seni dan Budaya. (id)







Komentar