Ket.foto : Aktivitas Permainan Domino di Pusat Pertokoan Soppeng Beberapa Waktu Lalu
DBS NEWS, SOPPENG – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Kabupaten Soppeng, Dipa mengungkap sejumlah kendala yang selama ini dihadapi dalam menjaga kebersihan Pusat Pertokoan (Pusper) Soppeng.
Menurutnya, tingkat kesadaran warga dalam bersama-sama menjaga kebersihan dan keamanan Pusat Pertokoan Soppeng masih sangat kurang.
Salah satu contohnya, aksi tindak pencurian lampu toilet dan pengrusakan keran air yang masih kerap terjadi hingga saat ini.
“Lampu sering diambil atau ditukar dengan lampu mati. Keran air juga sering dirusak lagi padahal masih baru,” ujar Dipa, Jumat (12/1/2024).
Tak hanya kasus pencurian dan pengrusakan, Dipa juga menyebut aktivitas pembersihan di Pusat Pertokoan Soppeng acap kali terganggu dengan aktivitas 24 jam warga.
“Satu lagi pemain domino kadang 24 jam, mereka merasa terganggu kalau orang membersihkan,” kata Dipa.
“Inilah semua persoalan-persoalan yang dihadapi oleh pemerintah daerah, karena kurangnya kesadaran kita semua untuk memelihara dan berperilaku hidup sehat,” sambungnya.
Diberitakan sebelumnya, BPKPD Kabupaten Soppeng, ternyata telah menganggarkan jasa tenaga kebersihan untuk Pusat Pertokoan Soppeng selama tahun 2024.
Anggaran jasa kebersihan untuk Pusper Soppeng ini tergabung dalam paket belanja layanan kebersihan bersama dua tempat lainnya, yaitu kantor BPKPD dan Gedung Pertemuan Masyarakat Soppeng.
Untuk jasa kebersihan ketiga tempat tersebut, BPKPD Soppeng menggelontorkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebanyak Rp500 juta.
Belanja jasa tenaga kebersihan ini merupakan pengadaan rutin yang dilakukan tiap tahunnya. (id)







Komentar