Kasubag Humas RSUD Latemmamala, Rahmawati
DBS NEWS, SOPPENG – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Latemmamala akhirnya buka suara terkait insiden ambruknya plafon di salah satu Ruang Perawatan Interna III.
Melalui Kasubag Humasnya, Rahmawati, pihak RSUD Latemmamala menyebut kejadian ini disebabkan oleh cuaca buruk dan kondisi bangunan.
Angin kencang sebelumnya juga telah merusak beberapa titik seperti area IGD, selasar depan Perawatan VIP, selasar Perawatan Bedah, dan area depan Instalasi Farmasi.
“Sebelum kejadian di Perawatan Interna III, angin yang cukup kencang juga mengakibatkan beberapa tempat di Rumah Sakit mengalami kerusakan,” tulis Rahmawati melalui pesan WhatsApp, Sabtu (17/1/2026).
Selain faktor alam, manajemen RSUD Latemmamala juga menyoroti usia bangunan di ruang Interna III yang dibangun sejak tahun 2015.
Namun, faktor teknis yang diduga turut memperberat beban struktur adalah penyesuaian ruangan menjadi Kamar Rawat Inap Standar (KRIS) sesuai Permenkes Nomor 40 Tahun 2022.
Dalam aturan tersebut, gorden atau tirai pembatas tempat tidur diwajibkan terpasang hingga menyentuh langit-langit (plafon).
Pemasangan ini disinyalir menambah beban pada plafon yang sudah berusia cukup lama.
“Manajemen akan meninjau kembali,” imbuh Rahmawati.
Beruntung, insiden ini tidak memakan korban jiwa maupun luka. Plafon yang jatuh dilaporkan tidak mengenai pasien yang sedang menjalani perawatan. Meski demikian, kejadian ini sempat memicu kepanikan.
“Pasien dan keluarga sempat kaget karena mengira terjadi gempa bumi. Namun, petugas kami bergerak cepat melakukan evakuasi,” urai Rahmawati.
Sekedar diketahui, insiden ambruknya plafon ini terjadi di ruang Perawatan Interna III Lantai 2 Kamar 4, pada 15 Januari 2026, sekira pukul 15.57 WITA
Pada saat kejadian ada dua orang pasien yang sementara menjalani rawat inap tepatnya di Bad 4A (Ny.K) jenis kelamin Perempuan, dan Bad 4B (Ny.S) jenis kelamin Perempuan.
Penulis: idham







Komentar