Menelusuri Jejak Statement “Manis” Bupati Soppeng Soal Listrik Masuk Sawah

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng dalam bingkai ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Deretan statemen “manis” terkait realisasi program “Listrik Masuk Sawah” terus digaungkan oleh Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, sepanjang paruh pertama tahun 2026.

Statemen ini disampaikan baik dalam forum formal seperti rapat maupun saat kunjungan langsung ke lapangan.

Berikut adalah beberapa momen Bupati Soppeng mengeluarkan statemen terkait program unggulannya ini yang dirangkum dari pemberitaan sejumlah media:

Februari 2026: Klaim Ratusan Titik
Pernyataan paling ikonik terkait program ini terjadi di acara Refleksi Satu Tahun Pemerintahan Bupati dan Wakil Bupati Soppeng, Suwardi Haseng-Selle KS Dalle di Rumah Jabatan Bupati Soppeng, Minggu (22/2/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Suwardi memaparkan capaian infrastruktur program unggulannya yaitu listrik masuk sawah.

“Sudah terbangun di 100 titik dengan total anggaran sebesar Rp19,2 miliar. Anggaran tersebut mencakup pembangunan unit instalasi listrik beserta prasarana penunjang lainnya untuk optimasi lahan rawa dan non-rawa. 80 unit berasal dari APBN Kementerian Pertanian dan 20 unit dari APBD Kabupaten Soppeng,” ujar Suwardi.

Maret 2026: Pengintegrasian Bantuan
Selang sebulan kemudian, program ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) Persiapan Survey Investigasi Desain (SID) yang digelar di Ruang Pimpinan Kantor Bupati Soppeng, Kamis (25/3/2026).

Fokus utamanya adalah mengintegrasikan bantuan pusat dengan visi unggulan daerah, yakni program “Listrik Masuk Sawah”.

“Ini adalah wujud komitmen kami dalam mengatasi kendala klasik petani, yaitu kekurangan air saat musim tanam. Melalui program listrik masuk sawah, kita ingin ada solusi permanen bagi pengairan lahan,” ujar Suwardi.

Mei 2026 : Peninjauan Titik Pengeboran
Eskalasi program kemudian bergeser ke ranah teknis, dimana Bupati Soppeng melakukan kunjungan lapangan bersama tim survei di tiga kecamatan, yakni Ganra, Lilirilau, dan Liliriaja dengan memeriksa 10 titik lokasi untuk mencari sumber air sumur dalam, Selasa (5/5/2026).

Dalam rilisnya, kegiatan ini disebut menjadi bagian dari percepatan program listrik masuk sawah yang ditujukan untuk mengatasi persoalan pertanian di wilayah tadah hujan.

“Program ini untuk memenuhi kebutuhan air bagi sawah tadah hujan. Satu titik sumur bor dalam dapat mengairi sekitar 50 hektare sawah dengan kedalaman mencapai 200 meter. Sebelum pengeboran, dilakukan survei menggunakan metode geolistrik untuk memastikan titik yang dipilih benar-benar memiliki potensi air yang memadai,” ujar Suwardi.

Juli 2026 : Meminta Bantuan PLN
Dinamika berlanjut tatkala pemerintah daerah melakukan audiensi dengan pihak PT PLN (Persero) UID Sulselrabar di Kantor PLN UID Sulselrabar, Makassar, Senin (20/7/2026).

Dalam pertemuan ini, pihak PLN diminta memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke kawasan persawahan.

“Kami berharap PLN dapat menjadi mitra Pemerintah Kabupaten Soppeng dalam memperluas jangkauan layanan kelistrikan hingga ke kawasan persawahan sehingga program Listrik Masuk Sawah dapat diwujudkan secara bertahap,” ujarnya.

Penulis: Idham

Komentar