Bupati Soppeng, Suwardi Haseng dalam bingkai ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, meminta agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak hanya dibebankan kepada pemerintah semata.
Menurutnya, penanganan karhutla harus melibatkan peran aktif dan kesadaran kolektif dari seluruh elemen masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Suwardi saat memimpin Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Pencegahan dan Penanganan Karhutla Kabupaten Soppeng, 27 Agustus 2026 lalu.
“Keberhasilan pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan dukungan dan keterlibatan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya dilansir dari laman Pemkab Soppeng, Selasa (8/9/2026)
Untuk mencegah karhutla, Suwardi menginstruksikan seluruh perangkat daerah, aparat kewilayahan, serta pemerintah desa dan kelurahan untuk memperketat pemantauan wilayah dan mempercepat pelaporan jika mendapati titik panas atau potensi kebakaran.
Sedangkan untuk masyarakat serta pelaku usaha pertanian dan perkebunan, Suwardi mengimbau agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
“Pencegahan adalah langkah utama menghadapi ancaman Karhutla, terutama di musim kemarau dengan risiko kebakaran yang lebih tinggi,” ujar Suwardi.
Diberitakan sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng, mencatat potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Soppeng saat ini mencapai 131.653,35 hektare.
Jika dirinci berdasarkan wilayah, Kecamatan Lalabata mencatatkan total luas bahaya karhutla terbesar yakni mencapai 29.044,44 hektare.
Kemudian disusul Marioriawa dengan luas 25.771,41 hektare, Donri- Donri 22.621,68 hektare, Marioriwawo 22.039,38 hektare, Lilirilau 14.973,84 hektare, Liliriaja 8.373,78 hektare, Ganra 4.698,09 hektare, Citta 4.130,73 hektare.
“Dari total delapan kecamatan yang ada, sebagian besar wilayah berada pada status bahaya tinggi, kecuali Kecamatan Marioriwawo yang tercatat berada pada kelas sedang,” ujar Sekretaris BPBD Soppeng, Rokhyanti, Selasa (8/9/2026).

Penulis: Idham







Komentar