Istimewa
DBS NEWS, SOPPENG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng mengimbau para petani untuk beralih menanam palawija di tengah kondisi musim kemarau dan kekeringan panjang.
Imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bupati Soppeng Nomor 100.3.4.2/1190/BPBD yang diterbitkan pada 28 Agustus 2026.
“Bagi para petani, beralih sementara ke tanaman yang hemat air seperti palawija,” bunyi poin keempat surat edaran tersebut.
Menariknya, Pemkab Soppeng sendiri dipastikan tidak akan mengalokasikan bantuan apa pun untuk menyukseskan imbauan tersebut.
Hal itu terungkap setelah media mengonfirmasi Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan, dan Ketahanan Pangan (TPHPKP) Soppeng, Asiz Dahlan, Jumat (4/9/2026).
“Sejauh ini belum ada rencana penyaluran bantuan bibit palawija dan sarana pendukung untuk petani,” ujarnya.
Meski tanpa dukungan fasilitas maupun logistik, Asiz mengklaim bahwa peralihan ke tanaman palawija pada kondisi saat ini masih sangat rasional dan memungkinkan untuk dikerjakan secara mandiri oleh petani.
Ia beralasan bahwa komoditas palawija memiliki karakteristik kebutuhan air yang relatif rendah setelah fase awal penanaman.
“Kebutuhan air untuk palawija itu paling di awal saja,” tandasnya.

Penulis: Idham







Komentar