Ribuan Warga Soppeng Desil 1-4 Terindikasi Judol

Ilustrasi (Ist)

DBS NEWS, SOPPENG – Ribuan warga Kabupaten Soppeng yang masuk dalam kelompok kesejahteraan rendah atau desil 1 hingga 4 terindikasi terlibat judi online (judol).

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, Muhammad Rismat, saat dikonfirmasi mengenai data jumlah warga berdasarkan desil di Kabupaten Soppeng.

Menurut Rismat, bisa jadi dalam desil 1-4 yang diprioritaskan mendapat bantuan sosial (bansos) dari pemerintah justru tidak mendapatkan bantuan akibat keterlibatan dalam aktivitas judi online.

“Bisa jadi dalam desil itu, dia tidak dapat bantuan karena mungkin ada judolnya atau ada apanya. Soppeng saja ada seribu orang lebih (penerima bansos) yang terkena judol menurut Dinsos. Mereka bisa tahu melalui PPATK-nya, mereka melihat dari transaksi-transaksi legal yang dilakukan,” ujar Rismat.

Faktor dinamika data di lapangan inilah menjadi salah satu alasan mengapa BPS Soppeng hingga kini belum bisa mempublikasikan rincian data jumlah warga per desil.

Rismat menjelaskan, pengelompokan kesejahteraan warga berdasarkan desil saat ini masih bersifat dinamis dan terus dimutakhirkan secara berkala setiap tiga bulan.

Tercatat, ada 18 kementerian atau lembaga yang melakukan pemutakhiran data, yang kemudian diserahkan ke BPS untuk dilakukan pemeringkatan hingga akhirnya menjadi data desil.

“Makanya kalau anda diberi data jumlah desil satu segini, baru kita bandingkan dengan bantuan yang keluar, tidak bisa ketemu karena memang ada yang dikeluarkan, tapi dia tetap masuk di desil satu,” ujar Rismat.

“Belum bisa publikasikan karena masih sering berubah-ubah. Saat ini data yang sudah diperbaharui baru 33,13 persen,” imbuh Rismat.

Sementara itu, hingga berita ini dipublikasikan, pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Soppeng belum memberi tanggapan terkait hal ini.

Sebelumnya, pihak Dinsos Soppeng juga mengaku belum bisa mempublikasikan data jumlah warga berdasarkan desil, mereka pun mengarahkan media ke BPS Soppeng.

Penulis: Idham

Komentar