Ilustrasi (Ist)
DBS NEWS, SOPPENG – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menunjukkan bahwa penggunaan kayu bakar sebagai bahan bakar utama untuk memasak di Kabupaten Soppeng kini hanya tersisa 1,59 persen dari total rumah tangga pada tahun 2025.
Penurunan ketergantungan rumah tangga di Soppeng terhadap kayu bakar terjadi secara signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
Berdasarkan data historis, pada tahun 2020, persentase rumah tangga di Soppeng pengguna kayu bakar tercatat masih berada di angka 12,31 persen.
Saat ini, sebagian besar rumah tangga di Kabupaten Soppeng telah beralih menggunakan sumber energi yang lebih praktis, seperti gas elpiji, gas kota, maupun biogas, dengan tingkat penggunaan mencapai 98,36 persen.
Jika dibandingkan dengan daerah lain, tingkat ketergantungan masyarakat Soppeng terhadap kayu bakar tergolong jauh lebih rendah.
Sebagai perbandingan, wilayah dengan persentase penggunaan kayu bakar tertinggi di Sulsel tercatat berada di Kabupaten Tana Toraja dengan angka 26,53 persen rumah tangga.
Kemudian diikuti oleh Kabupaten Sinjai sebesar 15,27 persen, dan Kabupaten Toraja Utara sebesar 13,61 persen.

Penulis: Idham







Komentar