Ilustrasi
DBS NEWS, SOPPENG – Di tengah euforia perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, masih ada realitas sosial yang memerlukan perhatian serius.
Sebanyak 15,34 ribu penduduk Kabupaten Soppeng tercatat belum sepenuhnya “merdeka” secara ekonomi, lantaran harus bertahan hidup di bawah standar Rp441.117.
15,34 ribu merupakan jumlah penduduk miskin di Kabupaten Soppeng pada tahun 2025 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sedangkan Rp441.117 adalah standar garis kemiskinan Kabupaten Soppeng di tahun yang sama.
Garis Kemiskinan merupakan nilai pengeluaran minimum sebulan untuk memenuhi kebutuhan makanan dan bukan makanan agar seseorang tidak dikategorikan sebagai penduduk miskin.
Tantangan kesejahteraan ini kian terasa berat dengan semakin tingginya biaya hidup di Kabupaten Soppeng yang tercermin melalui rata-rata pengeluaran masyarakatnya.
Data BPS, rata-rata pengeluaran per kapita sebulan secara keseluruhan penduduk Kabupaten Soppeng saat ini berada di angka Rp1.166.082.
Jomplangnya angka pengeluaran rata-rata penduduk dengan garis kemiskinan menunjukkan adanya ketimpangan ekonomi yang cukup tajam di tengah masyarakat.
Beratnya kondisi penduduk miskin di Bumi Latemmamala turut tergambarkan oleh pergerakan Indeks Kedalaman Kemiskinan yang mengalami peningkatan dari 0,79 menjadi 0,94 di tahun 2025.
Kenaikan ini bisa diartikan bahwa rata-rata penduduk miskin semakin sulit untuk mencapai standar kebutuhan dasarnya.
Penulis: Idham







Komentar