Setahun Lebih MBG di Soppeng, Angka Stunting Justru Melonjak

Ilustrasi

DBS NEWS, SOPPENG – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Soppeng telah berjalan lebih dari setahun sejak pertama kali diluncurkan pada 17 Maret 2025.

Tercatat hingga 17 Agustus 2026, Kabupaten Soppeng telah memiliki sebanyak 20 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di berbagai wilayah.

SPPG adalah unit dapur yang memproduksi MBG dan mendistribusikannya kepada penerima manfaat yang terdaftar.

“Kabupaten Soppeng ditargetkan miliki 25 SPPG,” ujar Bupati Soppeng, Suwardi Haseng pada Februari 2026.

Namun, di tengah masifnya produksi dan distribusi MBG, fakta di lapangan justru memunculkan kenyataan yang kontradiktif.

Angka kasus stunting di Bumi Latemmamala dilaporkan tidak mengalami penurunan, melainkan justru menunjukkan tren peningkatan di periode yang sama.

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak yang disebabkan oleh kekurangan gizi kronis.

Stunting dapat mempengaruhi perkembangan fisik dan kognitif anak, serta meningkatkan risiko penyakit dan kematian.

Berdasarkan data resmi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Soppeng, jumlah anak yang teridentifikasi mengalami stunting telah mencapai 1.204 orang hanya pada periode triwulan pertama tahun 2026.

Angka ini mengalami lonjakan jika dibandingkan dengan data pada tahun 2025 lalu, di mana jumlah anak stunting masih tercatat berada di angka 1.200 orang.

Secara persentase, prevalensi stunting pada awal tahun 2026 berada di angka 11,9 persen, naik tipis dari 11,5 persen pada tahun 2025.

Sekedar diketahui, MBG adalah program unggulan yang diluncurkan oleh Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto pada tahun 2025.

Program ini berfokus pada pemberian makan bergizi gratis kepada anak-anak sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui.

Tujuan utama dari program ini diklaim untuk mengurangi angka malnutrisi dan stunting yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia.

Penulis: Idham

Komentar