Momen Karhutla di Bila Tungke’e (Ist)
DBS NEWS, SOPPENG – Aktivitas manusia teridentifikasi menjadi faktor dominan penyebab kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Soppeng.
Hal tersebut tertuang dalam dokumen Kajian Risiko Bencana (KRB) Kabupaten Soppeng periode 2026–2030 yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Soppeng pada September 2026.
Menurut dokumen tersebut, karhutla secara umum rentan terjadi pada wilayah dengan vegetasi mudah terbakar seperti kawasan gambut atau bertanah organik. Namun, kondisi geografis Kabupaten Soppeng diketahui tidak memiliki lahan gambut.
Atas dasar kondisi tersebut, analisis kerawanan karhutla di daerah ini dititikberatkan pada faktor jenis penggunaan lahan yang rentan tersulut oleh aktivitas manusia.
“Umumnya wilayah Kabupaten Soppeng tidak memiliki lahan Gambut, sehingga analisa kebakaran hutan dan lahan dititikberatkan pada faktor jenis penggunaan lahan yang mudah terbakar oleh aktivitas manusia,” bunyi dokumen KRB tersebut.
Masih dari dokumen KRB, diketahui bahwa potensi bahaya kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Soppeng mencapai seluas 131.653,35 hektare.
Jika dirinci berdasarkan wilayah, Kecamatan Lalabata mencatatkan total luas bahaya karhutla terbesar yakni mencapai 29.044,44 hektare.
Kemudian disusul Marioriawa dengan luas 25.771,41 hektare, Donri- Donri 22.621,68 hektare, Marioriwawo 22.039,38 hektare, Lilirilau 14.973,84 hektare, Liliriaja 8.373,78 hektare, Ganra 4.698,09 hektare, Citta 4.130,73 hektare.
Penulis: Idham







Komentar