Pengeluaran Konsumsi Warga Soppeng Didominasi Makanan dan Minuman Jadi

Ket.gambar : Bupati Soppeng, Andi Kaswadi Razak (Foto: Ical)

DBS NEWS, SOPPENG – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Soppeng, mencatat konsumsi makanan dan minuman jadi, mendominasi persentase pengeluaran per kapita sebulan warga Soppeng untuk komoditas makanan di tahun 2021.

Makanan dan minum jadi ini diantaranya yaitu roti, biskuit, kue basah, bakso, bubur, Soft drink dan air mineral.

Dari Rp 461.791 rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk komoditas makanan, 13,80 persen diantaranya dihabiskan warga soppeng untuk membeli makanan dan minuman jadi.

Sisanya untuk membeli Beras (6,64%), Ikan (5,81), Daging (1,41), Telur dan Susu (2,86), sayur-sayuran (3,00), Buah-buahan (1,58), Minyak dan Kelapa (1,31), Rokok (6,38), dan konsumsi lainnya.

Persentase pengeluaran untuk makanan dan minum jadi ini mengalami sedikit peningkatan dibandingkan persentase pengeluaran di tahun 2020 yang hanya mencapai angka 13,46 persen.

Dibandingkan dengan daerah tetangga yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Soppeng, seperti Wajo, Sidrap, Barru dan Bone. Angka pengeluaran per kapita untuk komoditas makanan dan minuman jadi warga Soppeng terbilang cukup tinggi.

Kabupaten Barru misalnya, dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk komoditas makanan mencapai Rp 449.037, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi, hanya sebesar 10,44 persen.

Begitupun dengan Kabupaten Bone, dengan rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk komoditas makanan yaitu Rp 347.317, pengeluaran untuk makanan dan minuman jadi, maksimal sebanyak 10,76 persen.

Sidrap menjadi Kabupaten dengan persentase tertinggi untuk pengeluaran makanan dan minuman jadi, angkanya  mencapai 17,76 persen dari total Rp 530.317 rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk komoditas makanan.

Wajo diperingkat kedua tertinggi, dengan 14,40 persen dari total Rp 515.532 rata-rata pengeluaran per kapita sebulan untuk komoditas makanan. (id)

Komentar