DBS NEWS, NASIONAL – Komika Mamat Alkatiri mengkritik paradigma para pejabat dan aparatur negara yang berpendapat bahwa kritik itu harus disertai dengan solusi.
Menurutnya, hakikat kritik adalah menunjukkan kesalahan, bukan memperbaikinya. Tugas yang dikritik itulah yang harus memperbaiki dan mencari solusi.
“Ada pejabat yang bilang, jangan hanya mengkritik, kasih solusi juga dong. Ini orang nggak mikir ya, uang pajak kita dikeluarin untuk bayar orang-orang ini buat cari solusi, kenapa suruh kita lagi yang cari solusi,” kata Mamat dalam cuplikan video yang diunggah MS news Indonesia, Selasa (4/10/2022).
Bahkan dengan tegas, Mamat meminta pejabat yang tidak bisa mencari solusi dari kritikan masyarakat agar mundur.
“Birokrat, eksekutif, yudikatif dan juga legislatif tugas kalian di badan negara untuk mencari solusi. Kalau nggak bisa mari kita tukaran, anda mundur, jabatanya kasih saya,” kata Mamat.
Sementara itu dikutip dari Kompasiana, Seniman Sujiwo Tejo juga memiliki pendapat yang sama, dalam sebuah acara Catatan Demokrasi di tvOne, Sujiwo berpendapat bahwa ada kesalahan budaya di Indonesia tentang mengeluarkan kritik.
Pendapat bahwa seorang kritikus harus memberi solusi menurutnya adalah sebuah kesalahan.
“Kritikus harus kasih solusi, itu salah. Kalo bisa kasih solusi mending jadi pelaku. Kritikus saham belum tentu bisa main saham. Kritikus bola belom tentu… Yang diharapkan dari kritikus itu proporsional. Itu aku kritik yaa,” ujar Sujiwo. (id)







Komentar