Kembangkan PLTB di Soppeng, Perusahaan China Siap Investasi Rp4.5 Triliun

DBS NEWS, SOPPENG – Envision Group, perusahaan teknologi yang berbasis di China, siap berinvestasi untuk pengembangan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Bayu/Angin (PLTB) di Kabupaten Soppeng.

Kepala DPMPTSP-NAKERTRANS Kabupaten Soppeng, Andi Dhamrah menyebut, Envision Grup berencana untuk mengembangkan proyek PLTB dengan total kapasitas 200 MW dengan memasang 44 turbin pintar EN 182-4,65-120.

Satu turbin diperkirakan memerlukan area 400 m2, dimana tinggi menara yaitu 120 meter dan diameter impeller 182 meter

“Rencananya, proyek PLTB ini akan mengambil lokasi di Kecamatan Lalabata, Donri-Donri dan Marioriawa, dengan estimasi nilai investasi 4,5 Triliun,” kata Andi Dhamrah, Rabu (23/11/2022).

Dalam proposal yang diajukan pihak Envision Grup, disebutkan sejumlah manfaat dari pembangunan dan pengembangan PLTB bagi Kabupaten Soppeng.

Dimana bagi pihak Pemerintah Kabupaten Soppeng akan memperoleh pendapatan tambahan dari Pajak PPN dan PPH yang akan dibayarkan setiap tahun oleh Envision Group.

Pihak Envision Grup juga akan berpartisipasi dalam menyumbang dana untuk sektor pendidikan, kesehatan masyarakat (rumah sakit, puskesmas) dan lingkungan hidup di Kabupaten Soppeng.

“Sementara bagi masyarakat Soppeng, Keberadaan PLTB diyakini akan meningkatkan perekonomian warga lokal kabupaten Soppeng dengan menyediakan pasokan energi lisrik yang memadai, sehingga pemerintah daerah mampu mengembangkan kawasan industri dan perekonomian mikro-regional,” kata Andi Dhamrah.

Penggunaan listrik bertenaga hijau juga akan menarik lebih banyak perusahaan asing untuk berinvestasi di Soppeng, karena semakin banyak perusahaan yang diharuskan menggunakan sebagian listrik bertenaga hijau.

Selain itu, selama pembangunan proyek PLTB, akan ada sekitar 400 tenaga kerja yang terlibat dalam pembangunan, dimana 70%- 80% adalah karyawan lokal.

Setelah proyek selesai, sekitar 50 karyawan lokal akan dipertahankan untuk berpartisipasi dalam pemeliharaan ladang angin di tahap selanjutnya. Hal ini akan memberikan kesempatan kerja yang luas bagi warga lokal Soppeng.

“Pengembangan PLTB ini juga disebut ramah lingkungan dan tidak menimbulkan polusi, hemat energi dan mengurangi emisi karbon akibat proses produksi listrik secara konvensional (Minyak Bumi dan Batubara),” ungkap Andi Dhamrah. (id)

Komentar