Kerap Diabaikan Warga Soppeng, Ini Bahaya Melepas Balon Gas ke Udara

DBS NEWS, SOPPENG – Pada beberapa momen spesial, tak sedikit orang yang mengadakan perayaan pelepasan balon gas ke udara.

Hal ini mungkin terlihat menarik, namun tak banyak yang menyadari bahwa hal ini justru dapat berbahaya bagi lingkungan dan hewan.

Balon-balon gas yang dilepas ke udara itu akan terbang setinggi mungkin hingga batas kapasitas sampai akhirnya ia meletus dan jatuh kembali ke tanah atau perairan.

Selain bisa mengganggu lalu lintas udara, ternyata balon-balon itu bisa menimbulkan kerugian bagi kehidupan kita, utamanya menimbulkan polusi di lautan.

Balon gas yang terbuat dari bahan karet atau lateks yang sulit terurai ini akan menjadi sampah yang akan mengancam keselamatan satwa liar di alam bebas, terutama satwa laut.

Peneliti dari Organisasi Clean Virginia Waterways, Universitas Longwood, Amerika Serikat banyak menemukan karet balon dalam perut penyu.

Menurut penelitian mereka, para penyu keliru menyangka balon-balon yang mengambang adalah makanan alami mereka, yaitu ubur-ubur.

Selain dalam perut penyu, peneliti juga menemukan balon dalam perut lumba-lumba, paus, ikan, dan berbagai jenis burung laut.

Menurut penelitian mereka, balon karet yang terperangkap dalam perut penyu menyebabkan rusaknya pencernaan penyu.

Balon yang tertelan akan menghambat aliran makanan sehingga memperlambat proses pencernaan makanan. Penyu kemudian sakit dan akhirnya mati.

Tak hanya itu, banyak juga kasus ditemukan burung-burung yang mati terbelit tali balon.

Komentar